Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BARANG atau komoditas kebutuhan pokok (bawang dan cabai) di pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengalami kelangkaan usai Lebaran.
Kelangkaan ini memicu kenaikan harga menjadi dua kali lipat. Salah satu penyebab kelangkaan pasokan adalah tidak adanya kiriman dari daerah.
Dari pantauan Media Indonesia, cabai dan bawang di lapak-lapak pedagang Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Kemirimuka, Pasar Cisalak dan Pasar Sukatani kosong Jika pun tersedia harganya mahal dua kali lipat.
Baca juga : Hari H Lebaran, Harga Cabai Turun Drastis
"H+3 Idul Fitri 2024 bawang dan Cabai langsung kompak menghilang. Komoditas cabai dan bawang kosong saat ini, " kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Agung, Raden Hermawan saat dihubungi, Sabtu (13/4).
Pasokan cabai dan bawang di lapak pedagang pasar tradisional, ucap Raden menghilang sejak Lebaran H+1. Kondisi tersebut membuat harganya naik dua kali lipat.
Ia mengatakan beberapa hal yang menyebabkan menghilang. Salah satu penyebab menghilangnya pasokan adalah pengiriman dari daerah kosong.
Baca juga : Ribuan Pedagang Dukung Supian Suri Maju Pilkada Depok 2024
"Penyebabnya pertama pengiriman kosong, kedua curah hujan tinggi di daerah, kemudian ketiga petani cabai dan bawang sedang menikmati suasana hari besar keagamaan, itu yang membuat pasokan dari petani tersendat, dan membuat harga naik dua kali lipat dari harga normal, " kata Raden.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Tugu, Ikhwan Suryadin Nasution menambahkan banyak emak-emak kebingungan atas sulitnya mendapatkan dua jenis kebutuhan pokok tersebut.
Para emak-emak tak mempersoalkan harga lagi, yang terpenting baginya bisa membawa pulang ke rumah cabai dan bawang itu.
Baca juga : PT Tirta Asasta Jamin Pasokan Air Selama Idul Fitri 2024 Tak Macet di Depok
"Bawang dan cabai merupakan kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan oleh masyarakat khususnya emak-emak Sebab tanpa campuran cabai dan bawang rasa masakan seperti kurang sedap, " katanya.
Kelangkaan jenis tanaman palawija ini juga dirasakan emak-emak Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Sukatani, Tri Handoko, kelangkaan komoditas cabai dan bawang telah terjadi pada H+1. Kelangkaan sudah terjadi beberapa hari lalu dan berlanjut hingga H+3 atau hari ini, " kata Tri, Sabtu (13/4).
Baca juga : Harga Daging Sapi di Pasar Depok Meningkat hingga Rp160 Ribu Per Kilogram
Cabai merah besar naik Rp20 ribu dari harga Rp80 ribu per kilogram. Cabai hijau besar naik Rp20 ribu dari harga Rp30 ribu per kilogram, cabai rawit merah naik Rp30 ribu dari harga 50 ribu per kilogram, cabai merah kriting naik Rp30 ribu dari harga Rp50 ribu per kilogram.
Sedangkan bawang merah Brebes sedang naik dari harga Rp80 ribu naik menjadi Rp100 ribu per kilogram dan bawang putih cutting naik dari harga Rp40 ribu menjadi R50 ribu rupiah per kilogram.
"Daging sapi tenderloin (has dalam) hingga H+ tetap Rp170 ribu per kilogram, ikan mas naik Rp7 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, dan tomat merah naik Rp5 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, " kata Tri (KG)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jatim selama menyasar daerah daerah pinggiran kota yang sangat jauh dari pasar Tradisional, sehingga tidak perlu harus ke Pasar Tradisional.
Pasar tradisional masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya soal kesan kumuh, tetapi juga persaingan dengan pasar modern dan e-commerce.
Sebanyak 153 pasar yang dimiliki Jakarta, belum semuanya direvitalisasi
Sebanyak 60 dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta dalam kondisi kumuh dan rawan banjir akibat tak terawat dan kosong
Kenaikan tersebut, banyak dikeluhkan para pembeli termasuk komoditas lain ikut merangkak naik seperti sayuran, cabai merah, bawang putih, bawang merah dan lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved