Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban jiwa akibat bencana tanah longsor, dampak dari hujan yang mengguyur rata di Bogor Raya pada Minggu (24/4) malam, bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan BPBD Kabupaten Bogor, korban jiwa atau meninggal totalnya jadi 4 orang.
Tiga orang meninggal di Kota Bogor dan 1 orang meninggal dalam peristiwa bencana longsor di Kabupaten Bogor. Sebelumnya dilaporkan ada dua orang korban jiwa akibat tertimbun longsor di Kota Bogor, tepatnya di Kampung Lebak Kantin, RT 02/07, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Kedua korban sudah berhasil dievakuasi.
Seperti diungkapkan Kepala BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh, data terbaru kejadian bencana yang menyebabkan korban meninggal dunia terjadi di dua titik berbeda.
Baca juga : Bogor Dikepung Banjir, Tanah Longsor, dan Pohon Tumbang dalam Semalam, 2 Orang Meninggal
Peristiwa lainnya yang juga menelan korban jiwa terjadi di Kampung Pangkalan, RT 06/02, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara Dalam peristiwa itu ada empat orang tertimpa reruntuhan bangunan. Tiga orang diantaranya mengalami luka ringan, dan satu orang mengalami luka berat. Karena lukanya dia meninggal saat berada di RS PMI. Korban meninggal dunia atas nama Sukidi.
"Karena berasal dari Sragen, Jawa Tengah, korban akan dimakamkan di sana. Jadi totalnya korban jiwa akibat bencana jadi orang,"kata Hidayatulloh.
Berdasarkan data terbaru atau hingga Senin (25/3) pukul 20.15 WIB, jumlah keseluruhan bencana di Kota Bogor, ada sebanyak 28 kejadian. Sebanyak 19 kejadian tanah longsor, 4 kejadian banjir lintasan, 2 bangunan ambruk, 2 pohon tumbang dan atap rumah ambruk.
Baca juga : Longsor di Kolombia, Tim Penyelamat Lanjutkan Pencarian usai 14 Korban Tewas
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana tanah longsor akibat hujan deras yang disertai angin kencang dan petir di Kabupaten Bogor menelan 1 korban jiwa. Peristiwa itu terjadi di Kampung Babakan Rawa Haur, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor sejak pukul 18.00 WIB itu mengakibatkan tebingan sekitar 25 meter tingginya dan lebar 15 meter longsor dan menimbun satu rumah. Akibatnya satu orang warga meninggal dunia. Korban bernama Ibu Anah, 70.
Sementara itu, data dari BPBD Kabupaten Bogor, jumlah warga yang terdampak akibat bencana baik banjir maupun tanah longsor di sejumlah titik di Kabupaten Bogor, sebanyak 3.611 jiwa dari 975 keluarga.
Sebanyak 221 orang diantaranya mengungsi, dan 7 orang luka-luka. Sedangkan rumah terdampak sebanyak 959 bangunan, 5 rusak ringan, 1 rusak sedang, 3 rusak berat dan 3 rumah terancam.
(Z-9)
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved