Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN ton sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat (Jabar) mengalir ke Sungai Pesanggrahan hingga jembatan Jago belakang kawasan wisata Dekandang, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.
Gunungan sampah yang jatuh mencemari sungai dan kawasan wisata itu. Dari penuturan warga panjang sungai yang tertutup gunungan sampah berkisar satu kilometer.
"Panjang sungai yang ditimbuni sampah berkisar kurang lebih satu kilometer," kata Marham warga yang tinggal dekat Jembatan Jago, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Senin (25/3).
Baca juga : Gunung Sampah TPA Cipayung Depok Ambrol, Lima Rumah Jadi Korban
Timbunan sampah yang mengalir ke Sungai Pesanggrahan dan lokasi wisata Dekandang, sambung Marham, disebabkan derasnya hujan, Minggu (24/3).
"Pembuangan Sampah atau TPA Cipayung yang diterjang hujan deras longsor hingga menutup aliran sungai. Sampah-sampah TPA lalu mengalir hingga ke lokasi wisata Dekandang Kelurahan Pasir Putih," kata Marham.
TPA Cipayung yang kini overload itu, kata Marham telah sering kali longsor kemudian menimpa aliran Sungai Pesanggrahan. Tapi sayang, Pemkot Depok tak kunjung juga merelokasi TPA.
Baca juga : Bertahun-tahun Gagal Raih Adipura, Pemerintah Kota Depok tidak Malu
Ia mengatakan mungkin Pemkot setempat baru memindahkan TPA setelah ada korban jiwa.
"Sekarang kan belum makan korban," ujarnya.
Dikatakan Marham, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok seringkali mengangkat sampah dari Sungai Pesanggrahan dan Jembatan Jago.
Baca juga : Tumpukan Sampah di Depok Meluber hingga ke Bahu Jalan
“Namun akibat seringnya TPA longsor lalu sampah terus menimbun Sungai Pesanggrahan dan jembatan Jago kinerja Dinas PUPR tak kelihatan," tutur Marhan.
Hujan deras dari Bogor dan Kota Depok yang turun Senin (25/3) dini hari juga menyebabkan Jalan Raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Timur, kebanjiran.
Sebab, aliran air dari Bendung Katulampa membuat anak Sungai Pesanggrahan yakni Kali Baru di perempatan Hek meluap.
Baca juga : Ribuan Ton Sampah Menggunung di Pasar Agung Depok
"Kenaikan muka air Kali Baru akibat curah hujan cukup tinggi di kawasan hulu Kali Baru," kata Dewati Simbolon, pengemudi ojek online (ojol).
Dewati mengatakan, motor ojolnya sempat mogok akibat kemasukan air saat mengantarkan penumpang ke Cililitan Jakarta Timur.
"Sempat mogok akibat busi motor kemasukan air," ucapnya.
Baca juga : Ratusan Ton Sampah Tutupi Tiga Aliran Kali di Depok
Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Dinas PUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah menyampaikan telah mengerahkan 131 juru air untuk melakukan pembersihan dan mengangkat timbunan sampah ke tempat pembuangan TPA.
Dikatakan volume sampah di TPA Cipayung telah over kapasitas. Maka tak heran saat hujan mengguyur, sampah TPA mengalir ke sungai dan anak sungai yang ada di Kota Depok.
"Tiap hujan deras Sungai Pesanggrahan pasti mengalirkan sampah ke sungai dan anak-anak sungai seperti Kali Baru, Kali Cabang Tengah, Kali Cabang Timur, dan Kali Cabang Barat," katanya. (KG/Z-7)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved