Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta berencana membangun sebanyak 10 taman pada tahun ini. Taman-taman tersebut dibangun di tiga wilayah berbeda dengan luasan bervariasi.
Kepala Seksi Perencanaan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Hendrianto mengatakan pembangunan taman-taman tersebut merupakan upaya menghadirkan Kota Jakarta yang semakin berkelanjutan salah satunya melalui pengembangan ruang terbuka hijau.
“Pembangunan taman-taman ini selaras dengan Pergub DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau yang meliputi kegiatan peningkatan kualitas, kuantitas dan luasan, penataan, pengembangan serta pemanfaatan RTH,” ujar Hendri dalam keterangan resmi, Sabtu (3/2).
Baca juga : Politik Lingkungan
Hendri mengatakan, penambahan ruang terbuka hijau di Jakarta dengan memperbanyak taman merupakan langkah mengantisipasi perubahan iklim, pemanasan global, mengatasi polusi di Jabodetabek, termasuk menambah area resapan air.
Bukan hanya sebagai penyeimbang ekosistem perkotaan, keberadaan taman juga dapat menjadi tempat atau ruang interaksi masyarakat sekitar.
Dia menambahkan, taman-taman yang akan dibangun nantinya dilengkapi area bermain anak, sarana olahraga, jogging track, bangunan serbaguna, kolam retensi, toilet dan lain-lain.
Baca juga : Kimia Organik Kunci Hadapi Wabah Penyakit karena Perubahan Iklim
“Sekarang tahap dokumen pengadaan, ditargetkan pembangunan mulai triwulan dua,” kata Hendri.
Lokasi taman-taman tersebut rencananya ada di:
Baca juga : Unas Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional Climate Change
Sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dilaporkan terdampak banjir dalam beberapa hari terakhir. Namun, salah satu kawasan permukiman di wilayah tersebut tidak terkena imbas.
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
"Kalau taman kita sudah terawat dengan bagus, pengunjung akan lebih banyak lagi yang ke taman kita ini. Melihat kerapian, keindahan, oksigennya pun bisa kita nikmati,"
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, arah kebijakan negara disebut belum beranjak dari pendekatan lama yang justru memperparah kerusakan lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved