Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKU Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat membangun dua pembangunan Tempat Pegelolaan Sampah (TPS). Rencananya akan ada dua lokasi TPS reduce, reuse dan recycle (TPS 3R) diyakini bisa mengurangi volume sampah harian hingga 25 ton.
“Tujuan pembangunan untuk melakukan pengolahan sampah organik, ada bank sampah termasuk limbah bahan barbahaya beracun (B3) termasuk limbah rumah tangga. Adanya TPS 3R ini akan berdampak signifikan untuk menurunkan permasalahan sampah yang ada di wilayah setempat,” ungkap Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat, Slamet Riyadi di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Jumat (26/1)
Slamet mengatakan kapasitas pengolahan sampah TPS tersebut mencapai 25 ton perhari. Pasalnya, kata Slamet, wilayah Kecamatan Cempaka Putih dapat menghasilkan sampah sebanyak 20 hingga 25 ton per hari.
Baca juga: Bangun TPS 3R, Pemprov DKI Ingin Kurangi Beban Bantargebang
“Untuk pengolahan sampah organiknya berkisar 500 kilogram perhari dan untuk bank sampah yang bisa kita kelola 300 kilogram perhari. Lalu untuk limbah B3 rumah tangga kurang lebih 50 kilogram perbulan,” ujar Slamet.
Nantinya, kata Slamet, hasil dari pengolahan sampah yang dilakukan oleh TPS 3R ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar Refuse Derived Fuel (RDF). Dengan adanya TPS ini tidak ada lagi sampah yang dikirim ke Bantargebang dalam bentuk utuh melainkan hanya residu. (Z-10)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved