Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Metro Jakarta Selatan mengungkapkan kronologi penemuan empat jasad anak dalam kamar di sebuah rumah kontrakan kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penemuan mereka berawal dari warga mencium bau menyengat di rumah tersebut pada Rabu, 6 Desember 2023 pukul 14.45 WIB.
"Polsek Jagakarsa menerima laporan dari masyarakat, tentang adanya bau yang sangat menyengat dari rumah ini. Kemudian Kapolsek jajaran datang ke tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary kepada wartawan dikutip Kamis (7/12).
Ade mengatakan saat di lokasi Jalan Kebagusan Raya RT 004 RW 03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pihaknya bertemu dengan para saksi. Antara lain ketua rukun tetangga (RT) setempat, kakak dari pemilik rumah berinisial P. Lalu, keluarga D yang merupakan istri dari P.
Baca juga: Ibu 4 Bocah yang Tewas Dirawat di RSUD Karena KDRT
"Setelah dilakukan olah TKP awal oleh Kapolsek dan jajaran Reskrim Polsek, ditemukan seorang laki-laki saudara P pemilik rumah dalam keadaan terlentang ada pisau di tubuhnya, ada luka di tangan. Kemudian, dilanjutkan pengecekan ke dalam kamar ditemukan empat mayat anak-anak," ujar Ade.
Ade menyebut berdasarkan hasil olah TKP, diketahui keempat bocah tersebut adalah anak-anak dari P dan D. Keempatnya, kata Ade, ditemukan berjejer di tempat tidur dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Tulisan 'Puas Bunda' dari Darah Ada di TKP Penemuan Mayat 4 Bocah
"Saat ini, TKP masih kami tutup, selanjutnya akan dilakukan olah TKP. Akan kami laksanakan kolaborasi inter profesi antara dokter forensik (dokfor), kemudian laboratorium forensik (labfor), kami juga akan melakukan pemeriksaan psikolog forensik," ungkap Ade.
Di samping itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Termasuk P, selaku pemilik rumah dan ayah empat korban. Polisi juga memeriksa istrinya, D. Namun, belum disebutkan hasil pemeriksaannya.
P saat ini dirawat di rumah sakit akibat upaya bunuh diri yang dilakukan. Kemudian, D juga dirawat di rumah sakit akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami beberapa hari sebelum tragedi pembunuhan empat anak tersebut.
"Iya dugaan seperti itu (KDRT), berdasarkan laporan polisi Polsek Jagakarsa menerima laporan dari kakaknya saudari D atas kasus KDRT terlapornya saudara P. D selaku korban penganiayaan atau KDRT itu dirawat di RSUD (Pasar Minggu), kemudian saat akan melakukan pemeriksaan saudara P menyampaikan masih menunggu anak-anaknya karena ibunya masi di RS," tutur Ade.
Dugaan sementara P adalah pelaku pembunuhan keempat anaknya. Namun, polisi masih mendalami penyebab kematian korban dan motif pembunuhan.
Saat olah TKP awal polisi menemukan tulisan "Puas Bunda, Tx For All" yang diduga dari bercak darah di ubin rumah. Diduga tulisan berdarah itu dibuat oleh P.
"Harus kami cocokkan juga tulisan siapa. Kami temukan ada tulisan berwarna merah di lantai masih didalami ditulis siapa, warna merah apa. Harus pasti tidak boleh berandai-andai. Akan kami lakukan uji laboratoris," beber Ade. (Z-3)
Insiden maut terjadi di Desa Ungasan, Badung, Bali. Tembok proyek ambruk menimbun pekerja, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Dari hasil pencarian terbaru, 20 jenazah ditemukan di Aceh Tamiang, enam di Aceh Utara, sembilan di Aceh Timur, dan empat di Pidie Jaya.
Apabila ada jenazah yang belum teridentifikasi sementara tempat penyimpanan terbatas, polisi akan melakukan pemakaman dengan penandaan khusus.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Kompolnas sebagai lembaga pengawas kepolisian memantau langsung perkembangan pencarian dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh KontraS
Penyerahan jenazah merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved