Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menangani polusi udara Jabodetabek telah selesai dilakukan. Terakhir, TMC di Jabodetabek dilaksanakan pada Minggu (10/9) dan belum ada lagi rencana pelaksanaan TMC Jabodetabek.
“Untuk sementara tidak ada (rencana TMC Jabodetabek),” kata Koordinator Lab Badan TMC BRIN Budi Harsoyo saat dihubungi, Senin (11/9).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil TMC pada Minggu (10/9), beberapa wilayah berhasil diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga ringan. Di antaranya Boor, Tomang, Bekasi, Depok hingga Tangerang.
Baca juga : Polusi Jakarta, Ada Regulasi yang Tidak Pas
Sebelumnya, TMC wilayah Jabodetabek telah dilakukan selama kurang lebih 18 hari ke belakang. Adapun, dalam operasi itu telah dilakukan sebanyak 13 sorti penerbangan dengan total bahan semai 9.600 kg NaCl, 800 kh CaO di sejumlah titik wilayah Jabodetabek.
Terpisah, dosen program studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) Dwi Ratri M Isnadina menilai, upaya modifikasi cuaca efektif untuk mengurangi polusi udara. Penyebabnya adalah karena proses modifikasi cuaca dapat menghasilkan deposisi basah akibat adanya hujan.
Baca juga : KLHK Siapkan Gugatan Perdata Ganti Rugi Lingkungan untuk Perusahaan Penyebab Polusi
“Penelitian oleh peneliti di Inggris juga menyimpulkan semakin sering hujan turun di hari kerja dari pada di hari libur, maka akan menghasilkan penurunan dampak polusi dari kegiatan industri. Namun yang lebih baik adalah mengurangi polusi dari sumber seperti halnya lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata dia.
Dwi Ratri menjelaskan, pada dasarnya modifikasi cuaca adalah sebuah rekayasa buatan manusia untuk mengendalikan sumber daya air di atmosfer atau awan pembawa hujan. Modifikasi cuaca ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko bencana alam akibat cuaca di daerah tertentu.
“Jika ada suatu daerah yang mengalami kebakaran atau kekeringan berarti kita harus memodifikasi cuaca agar hujan segera turun di sana. Namun, jika ada daerah banjir maka kita harus memodifikasi cuaca agar hujan tidak turun di sana,” ujar peneliti Pengendalian dan Teknologi Polusi Udara itu.
Ia mengatakan, modifikasi cuaca ini berkaitan erat dengan aktivitas presipitasi air menjadi awan. Bentuk umumnya adalah cloud seeding atau penyemaian awan. Cloud seeding ini dilakukan dengan menyebarkan serbuk AgI (perak iodida) di atas awan yang berpotensi menjadi pembawa hujan di daerah tersebut. Nantinya, penyebaran serbuk Agl akan dibantu oleh pesawat atau drone.
Dwi Ratri mengimbau upaya modifikasi hujan tentu memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya, negara bisa mendapatkan cuaca seperti yang mereka harapkan.
Sedangkan, dampak negatifnya adalah dampak akibat penggunaan kristal garam AgI yang berlebih dapat mempengaruhi ekosistem tanah dan air. “Jika rekayasa ini sering terjadi juga akan mungkin ada dampak terhadap iklim kedepannya,” pungkas dia. (Z-4)
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Kondisi cuaca di Jawa Tengah masih diguyur hujan ringan-sedang secara merata pada Senin (2/3), bahkan cuaca ekstrem meningkat di 25 daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Senin, 2 Maret 2026.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Sabtu 28 Februari 2026, akan diguyur hujan ringan hingga sedang disertai petir pada siang hingga malam hari.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
TNI Angkatan Udara BNPB terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla Riau.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved