Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan pengolahan sampah dengan sistem refuse derived fuel (RDF) atau intermediate treatment facility (ITF) tidak sepenuhnya menyebabkan polusi udara di Jakarta.
Ia mengatakan masih banyak faktor lainnya yang memengaruhi kualitas udara seperti halnya penggunaan transportasi atau kendaraan pribadi
"Kalau meningkat atau tidak meningkat kan banyak faktornya tadi saya bilang pengguna transportasi, masih tinggi, bahan bakar masih oktan nioktan tinggi gitu, Jadi sehingga memang faktor faktor pencetus dari polusi itu masih banyak," jelasnya kepada awak media di Balaikota, Selasa (8/8).
Baca juga: Jokowi Angkat Bicara tentang Kualitas Udara Buruk di Jabodetabek
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai ITF dan RDF sebagai penyumbang emisi ke udara dan berpotensi melepas salah satu senyawa paling berbahaya, yaitu dioksin dan furan dari proses pembakaran sampah.
"Untuk meminimalisir potensi tersebut tentu biayanya mahal. Meskipun sanggup membiayainya. Tetap risiko dampaknya tinggi," jelas Aminullah pengkampanye Walhi Jakarta.
Baca juga: Polusi Udara Jakarta Tingkatkan Resiko Penyakit Paru-paru
Aminullah juga menjelaskan, RDF maupun ITF memiliki prinsip yang sama dari segi pemanfaatan atau pengelolaan sampah yakni dengan dibakar.
"Tidak ada untungnya. Apa yg mau dikelola? Efektivitas Rdf dan ITF ditentukan oleh nilai kalor sampah. Nilai kalor jakarta rendah karena sampahnya tercampur dan basah. Jadi tidak akan efektif," jelasnya. (Far/Z-7)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved