Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH di Kota Depok, Jawa Barat, hari ini mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) tahun ajaran 2023/2024. Hari pertama ini diisi dengan rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Itu seperti tergambar di SMAN 4 Kota Depok, yang menggelar MPLS kepada peserta didik baru. Selain perkenalan dengan guru-guru dan teman-teman baru, SMAN 4 Kota Depok juga menggelar penyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara serta materi dasar peraturan baris berbaris termasuk pemberian bimbingan praktik teknik gerakan dan aba-abanya oleh tim personel TNI-AD dari Koramil Cimanggis.
Wakil Komandan Rayon Militer (Wadanramil) Cimanggis Lettu Infantri Junaedi menjadi instruktur dan pemateri dalam MPLS. Ia menyampaikan MPLS bagi peserta didik baru SMAN 4 Kota Depok ialah menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif.
Selain itu, MPLS menumbuhkan perilaku positif, jujur, mandiri, menghargai, menghormati keanekaragaman, dan persatuan, disiplin, serta hidup bersih dan sehat. "Mereka kan peserta didik baru perlu pembekalan materi wawasan kebangsaan dan bela negara," katanya, Senin (17/7).
Kepala SMAN 4 Kota Depok Mamad Mahpudin menjelaskan sebelum masa pembelajaran, siswa baru biasanya mengikuti MPLS. Masa ini diwajibkan untuk diikuti oleh semua siswa baru agar bisa mengenali ekosistem sekolah. MPLS, sambungnya, ialah kegiatan seputar pengenalan sarana dan prasarana sekolah, program sekolah, konsep pengenalan diri, pembinaan awal kultur sekolah, dan pengenalan cara belajar. "Kegiatan MPLS ditargetkan untuk siswa baru," tandasnya.
Pada 2000-an, kegiatan pengenalan sekolah ini lebih dikenal dengan sebutan MOS atau Masa Orientasi Sekolah. Namun, diubah menjadi MPLS sejak tertuang dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. "Tidak hanya berkenalan dengan beragam fasilitas yang ada di sekolah, MPLS juga mengenalkan siswa kepada kakak kelas, guru, ataupun tenaga kependidikan lain. Dalam MPLS juga diajarkan mengenai kegiatan rutin sekolah, norma yang berlaku, budaya yang ada, serta sistem dan tata tertib yang wajib dipatuhi," jelasnya.
Mamad berharap melalui MPLS, peserta didik baru menjadi berkarakter dan berjiwa Pancasila serta terdepan. "Kami berharap para siswa SMAN 4 menjadi terbaik dan sungguh-sungguh belajar serta orangtua siswa tetap memantau dan membimbing putra-putrinya mengikuti proses pengenalan lingkungan sekolah ini," katanya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Asep Sudarsono mengungkapkan kegiatan MPLS di SMAN 4 Kota Depok setidaknya dapat memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan, mengenal teman-teman baru, para guru dan karyawan, seluruh komponen sekolah beserta norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku. "Yang paling utama adalah mengenal lingkungan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala tempat belajar siswa selama tiga tahun ke depan, "ucapnya.
MPLS di SMAN 4, lanjutnya, lebih pada siswa baru beradaptasi dan mengenal lebih dekat sekolah. Tujuannya muncul kecintaan terhadap sekolah. Dengan begitu motivasi belajar pun bisa meningkat. "Di sisi lain, kita berharap timbul sinergi antara orangtua dan sekolah. Dengan sinergi seperti ini, semakin memudahkan kinerja kita. Bentuk partisipasi seperti ini, yang sebenarnya kita butuhkan," kata Asep. (Z-2)
Selain menangkap tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik uang palsu
Disnaker Kota Depok membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memastikan hak pekerja terpenuhi selama Lebaran 2026.
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
Kepala Dinkes Depok Devi Maryori menekankan pencegahan campak melalui pemantauan, imunisasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Para siswa Menwa Mahawarman juga mendapatkan pembekalan kepemimpinan dan nilai-nilai kebangsaan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa bela negara merupakan hak warga negara. Hal itu diwujudkan dalam upaya pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf di kawasan Filipina.
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mengatakan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama di generasi muda adalah yang yang fundamental.
CPNS di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN mengikuti Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Pelatihan ini menyoroti tiga pilar utama kepemimpinan, yaitu purpose, integrity, dan empathy.
Bela negara kini tidak berhenti pada ranah pertahanan, tetapi juga merambah sektor pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved