Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI membeli senjata baru jenis pistol pepper projectile launcher atau pistol semprot lada untuk menghadapi gangguan kejahatan dan penanganan kerusuhan saat aksi unjuk rasa.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan bahwa senjata dibekali dua jenis amunisi. Yaitu amunisi bubuk lada dan amunisi bubuk lada yang dicampur dengan gas air mata.
"Pistol ini berfungsi dalam rangka menunjang operasional anggota di lapangan untuk mengambil tindakan represif dalam menangani kejahatan dan aksi unjuk rasa yang anarkis," kata Ramadhan (14/7).
Baca juga : Langkah Polri Belanja Pesawat Bekas Dipertanyakan Publik
Kendati demikian, Ramadhan menyebutkan bahwa dalam penggunaan senjata tersebut tetap mengindahkan hak asasi manusia.
Baca juga : Polri Beli Pesawat Seharga Ratusan Miliar dari Perusahaan Irlandia
"Polri dituntut harus juga memperhatikan nilai-nilai hak asasi manusia, sehingga penggunaan paper projectil launcher bagi polri adalah sangat dibutuhkan," sebutnya.
Polri dalam pengadaan senjata itu, dijelaskan Ramadhan, menggunakan anggaran APBN 2022 sebagai bagian dari program modernisasi Alat Material Khusus (Almatsus) dan sarana prasarana sesuai dengan DIPA Nomor SPDIPA 06001648275/2021 Tanggal 17 November 2021.
Sedangkan untuk Pagu anggaran yang dialokasikan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tersebut senilai Rp49.966.763.000. Ia melanjutkan bahwa pihaknya membeli senjata Pepper Projectile Launcher itu sebanyak 1.857 set.
Adapun sejumlah alat pendukung yang juga dibeli oleh Polri untuk mendukung senjata itu yakni pepper projectile launcher terdiri dari dua varian, magazine cadangan, CO2 gas sebagai pendorong projectile, oiler atau minyak pelumas senjata, holster chest atau sarung pistol dan magazen pouch.
Harga satu senjata Pepper Projectile Launcher itu sendiri senilai Rp9 juta. Jadi total biaya yang dihabiskan untuk pembelian senjata itu senilai Rp17 miliar.
Kemudian untuk belanja kelengkapan pendukung senjata tersebut menghabiskan dana senilai Rp32 miliar.
"Dengan rincian yang pertama adalah 55 pitches pepper powder lada dan 55 pitches max powder lada plus gas air mata projectile volumenya 1.857. Kemudian yang kedua extra magazine 2 pitches kemudian CO gas kemudian holster chest dan magazine pouch," ujar dia.
Ramadhan menjelaskan pemenang tender pengadaan senjata itu ialah PT. Tri Manunggal Daya Cipta dengan nilai kontrak sebesar Rp49 miliar.
"Pembayaran atas pengadaan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang ada," sebutnya.
"Seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2022," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ramadhan menegaskan bahwa senjata itu berbeda dengan senjata gas air mata pada umumnya. Pepper Projectile Launcher berjenis pistol.
"Beda dengan pelontar gas air mata ya. Jadi ini pistol ya Jenisnya jenis pistol laras pendek," pungkasnya. (Z-8)
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Aksi ini sempat berhasil, namun dipergoki oleh pemilik kendaraan saat para pelaku hendak melarikan diri.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut tak ada personel yang dibekali senjata api saat mengawal acara yang digelar di kawasan Monas, Jakarta
KEPOLISIAN menangkap menangkap lima orang atas tuduhan terkait penyalahgunaan senjata api dan geng setelah insiden penembakan massal di Stockton, California, Amerika Serikat Sabtu (29/11).
Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, senjata api yang ditemukan di lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara hanyalah senjata mainan.
DIDUGA dua pucuk senjata api (senpi) ditemukan di lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada, Jumat, 7 November 2025.
OPCW menyatakan kekhawatiran serius mengenai status program senjata kimia Suriah dan kepatuhannya terhadap Konvensi Senjata Kimia (CWC).
Bom fosfor putih terbakar sangat cepat jika bersentuhan dengan udara. Orang yang terkena bom ini akan merasakan sensasi terbakar dan menghirup uap beracun.
Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa Depot Militer Blue Grass di Kentucky telah memusnahkan pasokan mereka yang telah berusia satu dekade.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved