Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Perumahan Bina Lindung, RW 11, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi kini semakin lengkap. Ini setelah adanya mesin pengolah sampah domestik (PSD).
Peresmian penggunaan PSD ini, dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan nggopi bareng Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Sabtu (25/2/2023). Hadir dalam acara tersebut tokoh pemuda Maluku, yang juga Ketua RT 008 RW 11 periode 2023-2028, Umar Ohoitenan atau Umar Kei.
"Ada mesin pendukung juga, pengolah sampah domestik (PSD) dan pengolah sampah makanan. Jadi kita benar-benar menuju sampah tuh nol, nggak ada sama sekali. Tidak ada yang dibuang ke (TPST) Bantargebang atau (TPA) Sumur Batu," ujar Ketua RW 11 A. Ershi Gihasto.
Setelah ini, pihaknya berharap keberadaan TPS 3R semakin maksimal. Seperti bisa menghasilkan pupuk kompos, hingga barang-barang kerajinan yang bernilai ekonomis.
"Kita menuju ke sana. Dan bank sampah kita akan membuat aplikasi e-Sabuta, artinya sampah buat kita. Kita akan kembangkan, kebetulan kita akan launching juga," kata Ershi.
Sementara menurut Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah, TPS 3R dan segala perlengkapan pendukungnya, merupakan satu-satunya fasilitas pengolahan sampah model tersebut yang ada di Kota Bekasi.
"Ini satu-satunya di Bekasi. Setelah dilakukan pemilahan sampah yang tidak bernilai ekonomis dilakukan insinerasi atau insinerator sesuai standar. Sampah tidak dikirim ke Bantargebang, tapi diolah di situ," ujarnya.
Adapun Lurah Jaticempaka, Amir berharap fasilitas serupa bisa hadir di wilayah RW-RW lainnya di Bekasi. Sehingga pada akhirnya mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantargebang, TPA Sumur Batu atau tempat pembuangan akhir lainnya.
"Jadi masyarakat bisa mengolah sampah yang nilai ekonomisnya," tandas Amir.
Kegiatan di TPS 3R sendiri, turut diramaikan oleh UMKM yang disediakan secara gratis serta hiburan musik. (OL-13)
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haram membuang sampah ke sungai.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved