Senin 23 Januari 2023, 17:38 WIB

Satu Tersangka Kasus Pembunuhan Berantai Dipindahkan ke RS Polri

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Satu Tersangka Kasus Pembunuhan Berantai Dipindahkan ke RS Polri

DOK.MI
Ilustrasi

 

SALAH satu tersangka kasus pembunuhan berantai di Bekasi, Jawa Barat, Dede Solihudin, telah dipindahkan dari RSUD Bantar Gebang ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Sebelumnya, Dede ditemukan terkapar di rumah kontrakan bersama tiga korban tewas lainnya yang diracun oleh tersangka Wowon Erawan alias Aki dan Duloh. Alih-alih jadi korban, Dede ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam pembunuhan berantai.

"Pelaku Dede yang tadinya di rumah sakit dirawat, namun sejak adanya pengungkapan kasus ini dengan penangkapan Dulloh dan Wowon sudah dipindahkan ke RS Polri," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Jakarta, Senin (23/1).

Trunoyudo mengatakan kondisi kesehatan Dede akan diumumkan beberapa waktu ke depan. "Untuk mengenai kondisi kesehatannya nanti rilis selanjutnya akan kami sampaikan," ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKB Indriwienny Panjiyoga menyebut Dede sengaja meminum kopi berisi racun itu untuk menghilangkan jejak. Dede tidak banyak meminum kopi berisi racun itu sehingga dirinya tidak ikut tewas seperti tiga korban lainnya.


Baca juga: Polisi akan Bongkar Makam Istri Wowon di Bandung Barat


"Kalau alasannya kan untuk menghilangkan jejak supaya enggak ketahuan bahwa dia ikut meracun. Dia minum racun cuma sedikit makanya dia hidup," kata Panjiyoga.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur, yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin. Para tersangka sejauh ini telah membunuh 9 orang, yang terdiri atas dua tenaga kerja wanita, hingga keluarga mereka sendiri.

Para tersangka membunuh korban dengan cara membuang ke laut, mencekik, hingga meracuni dengan racun tikus dan pestisida.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran mengatakan para tersangka membunuh korban untuk menutupi jejak kejahatan.

"Ternyata korban meninggal dunia di Bekasi dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain. Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau bisa sebut serial killer," kata Fadil.

Fadil menjelaskan para pelaku tega membunuh anggota keluarganya sendiri karena kejahatan mereka diketahui para korban. Pada tersangka menganggap korban merupakan sosok berbahaya yang dapat membocorkan kejahatan mereka. (OL-16)

Baca Juga

Dok. Tugu Insurance

Tugu Virtual Charity Run & Ride 2022 Dukung Pelestarian Mangrove di Suaka Margasatwa Muara Angke 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 21:05 WIB
Kategori olahraga kali ini diadakan secara mingguan, dimana peserta diwajibkan untuk menyelesaikan minimal 4.1 km lari atau 41 km...
MI/Heri Susetyo

Korban Wowon Cs Mengaku Dilarang Temui Keluarga Setiba di Indonesia

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 19:27 WIB
Aslem mengaku telah mengirim uang Rp285 juta kepada Wowon melalui rekening Dede, hasil keringatnya bekerja sebagai TKW di Dubai selama 6...
dok.mi

Beredar Buronan Penculik Anak di Medsos, Polisi Sebut Hoaks

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 10:42 WIB
JAGAT media sosial dihebohkan dengan adanya kejadian penculikan anak. Beberapa foto yang tersebar memperlihatkan foto pelaku penculikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya