Rabu 11 Januari 2023, 16:24 WIB

Dinkes Kota Bekasi Investigasi Kasus Cikibul

Rudi Kurniawansyah | Megapolitan
Dinkes Kota Bekasi Investigasi Kasus Cikibul

medcom.id
ilustrasi

 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan tindak lanjut adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan Chiki Ngebul (Cikibul) yang menimpa salah seorang anak di Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan Pemkot Bekasi telah melaporkan kejadian itu kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"KLB keracunan cikibul terjadi pada Rabu, 21 Desember 2022, usai seorang anak A, 4 tahun, memakan jajanan cikibul pada event pasar malam," kata Tanti, Rabu (11/1).

Ia menjelaskan, sejauh ini terinvestigasi sebanyak 4 anak mengonsumsi di periode yang sama. Sebanyak 3 anak tidak bergejala. Sedangkan 1 anak bergejala dan dirujuk hingga dilakukan operasi di Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta Timur.

"Dinkes Kota Bekasi kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi atas kejadian dimaksud kepada keluarga korban dengan kesimpulan telah terjadi kasus keracunan makanan yang diduga diakibatkan oleh jajanan ciki ngebul," jelasnya.

Ia mengungkapkan, kasus itu telah mendapatkan penanganan di RS Haji pada 21 hingga 27 Desember 2022 dengan diagnosa akhir Peritonitis Umum yang disebabkan Perforasi Gaster. Sedangkan tindakan dilakukan dengan Laparatomy Explorasi dan Repair Gaster.

Baca juga: Nitrogen Cair pada 'Chiki Ngebul' Bisa Berakibat Buruk Bagi Kesehatan

Pihaknya telah membentuk tim kerja guna mendalami kasus tersebut dengan melakukan kunjungan permintaan informasi medis ke RS Haji Jakarta. Selain itu melakukan sampling kepada penjual makanan serupa untuk ditelusuri dan diteliti keamanan pangannya dengan melakukan investigasi lapangan ke lokasi penjualan cikibul yang dibeli oleh korban.

Adapun hasil kunjungan ke RS Haji Jakarta terhadap korban yang diduga memakan cikibul dengan bahan dasar nitrogen cair, mengalami kerusakan dan robeknya lambung bagian atas yang disebabkan oleh tekanan udara pada lambung yang terbentuk oleh gas nitrogen atau barotrauma. Tetapi dari hasil operasi laparatomi ditemukan remahan-remahan ciki pada lambung. Proses sampling dan pemeriksaan keamanan pangan masih berproses.

Sedangkan proses investigasi lapangan ke lokasi penjualan diketahui penjual telah berpindah lokasi karena mengikuti event pasar malam.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Jabar Ryan Bayusantika mengatakan kejadian ini kemungkinan ada sisa nitrogen cair terminum.

Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati karena ternyata makanan yang mengandung cairan nitrogen berbahaya bagi anak-anak. Sejauh ini, Kementerian Kesehatan RI melalui surat No. SR. 01.07/111/5/67/2023 meminta rumah sakit dan Dinas Kesehatan di daerah untuk melapor ke Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan jika menemukan kasus keracunan jajanan berasap akibat dicampur nitrogen cair.

"Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Jawa Barat akan terus mengkaji kemungkinan larangan peredaran makanan bernitrogen cair dan akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk meningkatkan kewaspadaan atas konsumsi cikibul oleh anak-anak," tuturnya.(OL-5)

Baca Juga

DOK pribadi.

Pemprov DKI Jakarta Dukung Keketuaan Indonesia KTT ASEAN 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 06:54 WIB
Kick off diselenggarakan sejak pukul 07.00 WIB. Acara ini digelar bertepatan dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau...
ANTARA

Tujuh Suporter Persita Jadi Tersangka Penyerangan Bus Tim Persis Solo

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 Januari 2023, 21:28 WIB
POLRES Tangsel, Banten menetapkan tujuh suporter Persita Tangerang.menjadi tersangka kasus perusakan bus tim Persis Solo usai bertanding di...
MI/Kisar Rajagukguk

Disdik: SDN Pondok Cina 1 Depok Dibangun Tahun Ini oleh Kementrian PUPR

👤Kisar Rajagukguk 🕔Senin 30 Januari 2023, 16:52 WIB
PEMBANGUNAN gedung baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Cina 1 yang berada di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, dibangun tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya