Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI Fraksi PKB Luluk Nur Hamida mengutuk tindakan kekerasan, yang dilakukan Imah seorang majikan kepada sang asisten rumah tangga (ART) Siti Khotimah, di Jawa Tengah.
Anggota Komisi IV DPR ini berterima kasih kepada Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, yang berhasil menangkap pelaku setelah mendapat informasi dugaan penganiayaan dari Polres Pemalang.
"Tindakan kekerasan yang dilakukan majikan ART asal Pemalang benar-benar kejam dan biadab. Mereka melakukan kekejaman secara sendiri-sendiri ataupun beramai dengan anggota kekuarga lain dan bahkan PRT lainnya," kata Luluk saat menjenguk Siti Khotimah di RS Polri, Jakarta, Kamis (15/12).
Luluk pun lantas menyinggung beberapa kasus kekerasan yamg dialami oleh ART di tanah air.
"Sebelumnya dialami oleh Rizki dari Cianjur. Sisi lain, perlindungan terhadap ART tak kunjung hadir," ucap Luluk.
Luluk berharap, Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) segera dibahas kembali oleh pemerintah dan DPR RI.
Baca juga : Dipicu Persoalan Sepele, Sekelompok Pemuda Aniaya Sopir Taksi di Ciracas
"RUU PPRT ini telah mengendap di DPR selama 18 tahun, dan bahkan sudah dua tahun tak kunjung ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR," sesal Luluk.
Tak sampai disitu, ia berharap, Majikan ART Imah dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku dan bahkan pasal pemberatan.
"Mengingat jenis kekerasan yang diteirma oleh korban termasuk juga kekerasan seksual. Sepetti penjelasan yang disampaikan oleh korban pada saya dihadapan orang tua, kakak dan pendamping dari Jala ART," harap Luluk.
"Saya juga berharap Korban mendapat restitusi atas kerugian yang dialami, baik materi (gaji yang tak dibayarkan sesuai kesepakatan), penderitaan fisik, emosi, psikis, trauma, dan kebutuhan lain agar bisa menjalani kehidupan yang baik dan bahkan lebih baik," tutup Luluk. (RO/OL-7)
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Perkara yang diduga terjadi di pelatnas itu telah masuk ke ranah hukum setelah sejumlah atlet secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Seorang mahasiswa UIN Suska Riau dibacok sesama rekan menggunakan kapak saat menunggu sidang proposal. Simak kronologi dan dugaan motif asmaranya.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden viral pengeroyokan guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia.
Tiga pria dan 11 wanita yang ditangkap sebagian besar adalah warga negara Indonesia dan Filipina, berusia antara 27 dan 51 tahun
Memilih ART yang tepat itu penting karena ART berperan langsung dalam kehidupan sehari-hari keluarga dan akan bertemu setiap hari dengan anak-anak kita.
AKTRIS Chelsea Olivia merasa terpukul setelah menemukan adanya masalah serius dengan asisten rumah tangganya (ART). Situasi ini akhirnya membuatnya tergerak untuk angkat bicara.
Komnas HAM juga melakukan kajian yang mengungkap bahwa PRT masih hidup tanpa kepastian kerja, perlindungan hukum, dan jaminan kerja yang manusiawi.
SEORANG asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia menolak tuduhan kelalaian yang menyebabkan luka parah dalam kasus tabrakan mobil yang menewaskan seorang anak perempuan.
Pemilihan perangkat rumah tangga modern yang tepat akan membawa kenyamanan. Kegiatan bersih-bersih, memasak, dan mencuci pun jadi lebih mudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved