Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SOPIR TransJakarta berinisial RP (31) tewas ditusuk oleh pelaku berinisial AR di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (22/11) malam.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Budi Sartono menyebut penusukan tersebut dipicu oleh pelaku yang emosi setelah ponselnya terlindas oleh korban.
Ia menjelaskan kejadian berawal saat korban akan pulang menuju rumahnya. Setibanya di lokasi kejadian, korban melindas ponsel milik pelaku yang terjatuh.
Pelaku yang dalam keadaan mabuk kemudian tersulut emosi hingga menusuk korban dengan senjata tajam jenis badik.
"Tersangka mendatangi korban. Terjadi cekcok, karena tersangka mabuk habis minum-minum, sehingga langsung menusuk korban dengan senjata jenis badik. kemudian tersangka kabur," kata Budi, di Jakarta, Kamis (24/11).
Budi mengatakan tak sampai 24 jam setelah kejadian, polisi menangkap pelaku di wilayah Jakarta Selatan.
Baca juga: Pemkot Tangsel Kaji Penanganan Masalah Perhubungan Dan Lalu Lintas
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.
Sebelumnya, Sopir TransJakarta berinisial RP (31) ditemukan tewas di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (22/11) malam.
Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan berdasarkan keterangan dua saksi di sekitar lokasi kejadian, sebelum ditemukan tewas, korban sempat bertemu dengan seseorang.
Awalnya mereka hanya mengobrol biasa. Namun, akhirnya mereka terlibat cekcok.
"Dua saksi melihat adanya dua orang naik motor berhenti di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Lalu saksi melihat kedua orang tersebut yang tadinya seperti orang sedang ngobrol tetapi lama-lama terjadi ribut antara mereka berdua," kata Jupriono, melalui keterangannya, Rabu (23/11).
Setelah itu, saksi melanjutkan perjalannya. Tak lama kemudian, saksi kembali lagi ke jalan tempat mereka korban untuk pulang. Saat melintas di lokasi, saksi menemukan korban jatuh tergeletak dengan kondisi berlumuran darah.
"Korban sudah tergeletak dengan luka tusuk di dada sebelah kanan dan diduga korban sudah meninggal dunia," katanya.(OL-4)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Polda Metro Jaya ungkap motif cemburu di balik penusukan dua pemuda di Cililitan. Satu korban tewas, pelaku RS berhasil ditangkap
Dua remaja menjadi korban penusukan di Condet, Jakarta Timur. Satu tewas, satu luka berat. Polisi menangkap pelaku dan mengungkap kronologi kejadian.
Tim Buser Presisi kemudian melakukan pemantauan dan berhasil menangkap pelaku saat sedang mengendarai sepeda motor.
Ayah tiga anak itu menyatakan bertanggung jawab atas kematian Anggi Anggara, 27, dalam sebuah pertengkaran Kamis pagi (1/5) di Pasar Angso Duo, Kota Jambi.
Insiden penusukan tragis terjadi di Sekolah Notre-Dame-de-Toutes-Aides di Nantes, Prancis barat, yang menewaskan seorang remaja perempuan dan melukai tiga siswa lainnya.
POLISI menangkap MNA, 19, dan FF, 20, pelaku penusukan seorang wanita berinisial S, 19, di sebuah mall kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut MNA membuang pisau usai beraksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved