Kamis 18 Agustus 2022, 10:08 WIB

Anies Umumkan Kebijakan Bebas PBB bagi Rumah di Bawah Rp2 M

Theoilus Ifan Sucipto | Megapolitan
Anies Umumkan Kebijakan Bebas PBB bagi Rumah di Bawah Rp2 M

ANTARA FOTO/Hendra N
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

ADA kado hari ulang tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kado tersebut berupa kebijakan pajak yang adil dan merata yakni keringanan pajak bumi dan bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi bangunan tertentu.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kebijakan Penetapan dan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Tahun 2022. Anies memberi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Elektronik (e-SPPT) PBB-P2 tahun 2022 kepada 25 wajib pajak perwakilan dari masing-masing kota administratif di DKI Jakarta secara simbolis.

“Dengan hadirnya kebijakan ini, bangunan yang nilainya di bawah Rp2 miliar akan dibebaskan dari PBB,” kata Anies di RPTRA Madusela, Jakarta Pusat, Rabu (17/8).

Anies mengatakan total rumah di ibu kota mencapai 1,4 juta unit. Rinciannya, 200 ribu rumah dengan nilai di atas Rp2 miliar dan 1,2 juta rumah yang nilainya di bawah Rp2 miliar.

“Maka 85% warga dan bangunan di Jakarta tidak terkena PBB. Di tempat ini yang nilainya di atas Rp2 miliar mereka masih terkena PBB. Tapi itu pun ada pengecualiannya,” ujar dia.

Baca juga: Ternyata Bayar PBB Sangat Mudah, Cukup Lewat Handphone dan Tak Perlu Antre

Anies menjelaskan dasar pembuatan kebijakan yang mempertimbangkan luas minimum lahan dan bangunan untuk rumah sederhana sehat yakni, luas 60 meter persegi untuk bumi dan 36 meter persegi untuk bangunan.

“Karena 36 meter persegi itu kebutuhan hidup manusia dan perlu tempat untuk hidup,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Menurut Anies, angka itu mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Beleid itu mengatur standar minimal kebutuhan hidup (hunian).

“Jadi sekitar Rp2,7 triliun total pajak dari hunian yang biasa diterima pemerintah sebelum adanya kebijakan ini, bisa disimpan oleh warga untuk kepentingan ekonomi mereka,” tutur dia.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/

Masa Jabatan Segera Habis, Anies: Pekerjaan Jalan Terus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 September 2022, 13:30 WIB
Anies Baswedan mengaku tak khawatir program kerjanya di DKI tidak lagi berjalan ketika dirinya tak lagi menjabat sebagai gubernur mulai 16...
Ist

Bank Lestari Jakarta (BPR) Dukung Program Penurunan Angka Stunting

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 13:19 WIB
Angka prevalensi stunting atau gizi buruk yang dialami anak-anak usia sekolah dan balita di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar...
Foto/Dok.MI

Pengamat: Pemborosan, DPRD Kota Bekasi Plesiran ke Luar Negeri Rp6,9 Miliar

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 27 September 2022, 13:13 WIB
 Selain itu, total dana sebesar Rp23 miliar untuk perjalanan dinas biasa DPRD Kota Bekasi dianggap sebagai krisis empati dari wakil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya