Senin 25 Juli 2022, 23:15 WIB

Tergugat Kasus Tanah di Kedoya Tegaskan Miliki Bukti Kepemilikan Kuat

Mediaindonesia.com | Megapolitan
Tergugat Kasus Tanah di Kedoya Tegaskan Miliki Bukti Kepemilikan Kuat

MI/ Seno
Ilustrasi

 

TERGUGAT kasus perdata tanah di Kedoya, Jakarta Barat yang saat ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat menyampaikan keberatannya atas pemberitaan sepihak yang menudingnya sebagai terduga mafia tanah. 

"Kami menyampaikan hak jawab bahwa tanah di Kedoya adalah tanah yang dibeli secara sah oleh orang tua klien kami, pada 1972. Bahwa ada gugatan, bukan berarti kami adalah mafia tanah. Kami justru ingin mempertahankan hak klien kami, yakni dua bidang tanah, seluas 4.790 M2 dan 1.170 M persegi yang SHM nya dimiliki klien kami," ujar kuasa hukum Bernard Jauta, Merkuri Wahyudi lewat keterangannya, Senin (25/7).

Merkuri menjelaskan, hingga kini, pihak penggugat hanya bermodalkan girik, sedangkan kliennya mengantongi sertifikat tanah. Ia juga menegaskan tidak ada bukti jika BPN melakukan maladministrasi. 

"Terkait laporan pemalsuan akta otentik, kasus yang mereka laporkan sudah dihentikan oleh polisi karena tidak cukup bukti," jelasnya.

Merkuri menambahkan, penetapan sita jaminan oleh PN Jakarta Barat adalah hal yang wajar, mengingat saat ini kasusnya masih berlangsung dan belum inkrah.

"Sita jaminan bukan menjadi bukti kepemilikan, atau bukti bahwa penggugat adalah menang," tandasnya. 

Kasus hukum ini berawal saat Hj Yoyoh Rukiyah menggugat sejumlah sertifikat  tanah yang diklaimnya adalah milik sang ayah bernama Naisan. 

Merkuri menjelaskan, Sainan telah menjual tanahnya pada 1972 ke Usman Sani. Kemudian dijual kembali oleh Usman ke Surya Abbas Syauta, yang merupakan ayah dari Bernard Jauta.

"Sejak 1972, saat Naisan masih hidup, tidak pernah ada protes, bahkan saat Pemprov DKI menyewa lahan kami untuk alat berat dan pos, tidak pernah ada yang mengklaim," ujarnya. 

Hj Yoyoh, lanjut Merkuri, bahkan dilaporkan ke polisi oleh kliennya karena memasuki pekarangan yang bukan miliknya. Putusan pidana di PN Jakarta Barat itu pun menyatakan Yoyoh bersalah.  

Saat ini, lanjut Merkuri, baik pihak Yoyoh dan  Bernard berada di lokasi fisik tanah tersebut hingga putusan perkara inkrah.

Sebelumnya, ahli waris Naisan  menyatakan SHM 143/Kedoya dan SHM 256/Kedoya Selatan tidak lagi mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Ja menilai girik yang dipunya adalah bukti kepemilikan sah. 

"Kami punya bukti kepemilikan lahan yang sah berupa Girik. Tanah kami tidak pernah diperjualbelikan kepada siapapun?" ujar Yasrizal salah satu keluarga dari ahli waris.

Menurut Yasrizal, Hj. Yoyo Rokiyah adalah ahli waris dari almarhum Naisan Bin Sainin alias H. Manat sebagai pemilik sah Girik C. 1643 Persil 100 A Blok D. III dengan total lahan seluas 2,4 hektare.

Terbitnya sertifikat di atas lahan milik Naisan diduga para ahli waris ada unsur maladministasi. (OL-8)

Baca Juga

MI/Rahmarul Fajri

Andy Cahyady Desak Jaksa Segera Eksekusi WN Singapura Wenhai Guan

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:58 WIB
Andy mengaku sebelumnya telah delapan kali bersurat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, tetapi belum ada respon dan eksekusi terhadap...
Metro TV

TNI-AU Janji Hukum Oknum Prajurit Pembunuh Bendahara KONI Kayong Utara

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:53 WIB
POM Lanud ATS telah menahan Sertu AK untuk kepentingan penyelidikan sejak Selasa...
Dok. Pribadi

Anggota DPR Dorong Sekolah Jadi Motor Penggerak Pluralisme di DKI Jakarta

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:22 WIB
Sekolah menurut Christina harus menjadi tempat para peserta didik mendapatkan pembelajaran mengenai nilai-nilai Pancasila seperti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya