Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok mengungkap sekolah yang ada di wilayahnya belum seluruhnya berstatus ramah dan aman bagi anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis PPAPPKB) Kota Depok Nessi Annisa Hendari mengatakan pihaknya akan mengupayakan menambah kekurangan ini.
"Itu tugas kami untuk membuat pedoman bagaimana menciptakan sekolah yang ramah dan aman bagi anak, ini menjadi pekerjaan rumah kami," ujarnya, Sabtu (23/7).
Saat ini, Pemerintah Kota tengah mengupayakan agar seluruh sekolah di Kota Depok berstatus ramah dan aman bagi anak.
"Mudah-mudahan di tahun depan target 100 persen sekolah ramah anak dan aman bisa tercapai," harapnya.
Dengan menciptakan sekolah yang ramah anak, segala bentuk kasus kekerasan terhadap anak tidak lagi terjadi.
"Sekolah harus memberikan perlindungan yg aman dan nyaman bagi anak sesuai pasal 54 UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, yang menyatakan anak di dalam lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-teman di dalam sekolah yang bersangkutan atau lembaga pendidikan lainnya," paparnya.
Baca juga: Sumut Baru Punya 6,8 Persen Sekolah Ramah Anak
Nessi juga berharap agar orangtua, lembaga pendidikan dan masyarakat lebih waspada dan lebih berhati-hati terhadap lingkungan anak-anak.
"Keluarga, lingkungan dan sekolah harus mampu menjamin anak dapat terlindungi dalam proses tumbuh kembang anak," pungkasnya
Diketahui, Pemerintah Kota Depok berhasil meraih penghargaan kategori Nindya pada ajang kompetisi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2022, yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA) di Ballroom Hotel Novotel Bogor Golf Resort And Convention Center.(OL-5)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved