Selasa 12 Juli 2022, 15:04 WIB

Komisi A DPRD DKI Minta Kejelasan Pemanfaatan Aset di Pulau Seribu

Hilda Julaika | Megapolitan
Komisi A DPRD DKI Minta Kejelasan Pemanfaatan Aset di Pulau Seribu

PUPR
Ilustrasi Salah satu pulau di Kepulauan Seribu

 

KOMISI A DPRD Provinsi DKI Jakarta menyebut harus ada regulasi yang jelas dari pemanfaatan pulau yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu. Termasuk kejelasan izin keberadaan landasan helikopter atau helipad di Pulau Panjang.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan kejelasan perizinan harus ada dalam konteks pemanfaatan aset milik negara. Termasuk perubahan peruntukan suatu aset.

“Boleh ada perubahan tapi harus jelas. Jangan sampai (mengatakan) memperbaiki ini, itu, yang akhirnya mereka bilang paling berhak,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (12/7).

Sementara itu, Anggota Komisi A Bambang Kusumanto menyayangkan hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur pemanfaatan landasan helikopter tersebut. Ia mengkhawatirkan bila tidak ada peraturan yang jelas, maka tidak ada yang bertanggung jawab atas aset itu.

“Itu milik Pemda dan ramai banyak yang pakai sebaiknya dibuat suatu peraturan. Minimal pakai Pergub ya, bahwa (helikopter) yang mendarat disitu ada retribusi untuk biaya perawatan dan bisa menjadi penerimaan pendapatan asli daerah,” ucap Bambang.

Bambang mengatakan apabila Pemprov DKI berniat membuat landasan helikopter, sebaiknya melalui kajian yang matang untuk memenuhi standar teknis tempat pendaratan dan lepas landas helikopter dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.

“Saya rasa sebenarnya bagus ada helipad, tapi harus dibuat yang memenuhi standar. Kemudian kita buat aturan dan sosialisasi agar masyarakat umum mengetahui ada fasilitas untuk mendarat,” ucapnya.

Baca juga: Wisata ke Pulau Panjang Disebut Lebih Murah dengan Helikopter

Hal senada juga diungkap anggota Komisi A Thopaz Nuhgraha Syamsul. Ia sepakat agar Pemprov segera mengkaji pemanfatan landasan helikopter di Pulau Panjang.

“Jelas menurut saya tidak tepat, karena jika ada helipad pasti ada pemanfaatannya. Mobil saja ada retribusinya. Apalagi ini helikopter yang jelas makan space besar,” ungkapnya.

Thopaz berharap landasan helikopter ini bisa menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan warga, terutama warga ibu kota.

“Komisi A pasti dorong pemanfaatan dan pemaksimalan aset itu. Intinya kalau dibuat dari APBD harus ada manfaatnya untuk warga Jakarta dan harus jelas retribusinya,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengakui hingga saat ini memang belum ada peraturan untuk memungut retribusi pada pemilik helikopter yang mendarat di landasan helikopter tersebut.

“Kami laporkan disana tidak ada pungutan biaya terhadap helikopter yang akan mendarat,” ungkapnya.

Junaedi juga menjelaskan landasan helikopter tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sektor wisata. Pasalnya di Pulau Panjang masyarakat bisa berwisata religi ke makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria.

“Sebenarnya lebih murah kalau dibanding sewa kapal boat, kalau heli itu 6 sampai 7 juta buat enam orang. Kalau boat kan bisa lebih dari itu. Ketika ada cuaca yang tidak bersahabat seperti ombak, cuaca ekstrem, bisa menggunakan helikopter,” ucapnya.(OL-5)

Baca Juga

dok.ist

Bappenas Kembali Digeruduk Massa Minta Suharso Mundur dari Jabatannya

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:52 WIB
GEDUNG Bappenas kembali digeruduk oleh masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMAM), mereka meminta Menteri Suharso Monoarfa mundur...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

989 Warga Binaan Rutan Kota Depok Dapat Remisi Kemerdekaan

👤Kisar Rajaguguk 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:45 WIB
Pemberian remisi juga diharapkan bisa membantu mengurangi kapasitas hunian...
DOK.MI

Polisi Periksa Guru SMKN Jakpus yang Diduga Aniaya Murid

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:31 WIB
Polsek Sawah Besar telah memeriksa terduga pelaku yang merupakan guru olahraga tersebut. Selain itu, pihaknya juga memeriksa saksi, seperti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya