Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap Anisa Choerunnisa atau DJ Joice dan tiga rekannya terkait penyalahgunaan narkoba. Joice dan ketiga rekannya berinisal IS, NU, dan FE ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkoba di sebuah kamar kos di daerah Kemang Utara, Jakarta Selatan, Senin (27/6).
Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan AKP Billy Gustiano Barman mengatakan pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut, termasuk membidik pemasok barang haram tersebut. DJ Joice diketahui mendapatkan narkoba dari seseorang di Jakarta Timur.
"Pastinya kita akan terus menindaklanjuti sampai ke pemasok," kata Billy, di Jakarta, Rabu (29/6).
Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan Disjoki Joice Sebagai Tersangka Penyalah Gunaan Narkoba
Billy mengatakan polisi menyita dua klip sabu 0,71 gram saat menciduk Joice dan rekannya.
Berdasarkan keterangannya, Joice mengaku sudah mengonsumsi barang haram itu sejak 2018. Alasannya, untuk mendapatkan ketenangan, kepuasan, dan kebahagiaan.
Lebih lanjut, Billy mengatakan DJ Joice bakal menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan untuk menentukan apakah bisa menjalani proses rehabilitasi.
"Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh penyidik Satres Narkoba adalah melakukan asesmen di BNN atau BNNK Jakarta Selatan yang nantinya dilakukan oleh tim TAT," katanya. (OL-1)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved