Kamis 26 Mei 2022, 23:00 WIB

Cegah DBD, Dinkes Kota Bekasi Sarankan 3M Bukan Fogging

Rudi Kurniawansyah | Megapolitan
Cegah DBD, Dinkes Kota Bekasi Sarankan 3M Bukan Fogging

AFP/Luis Robayo
Nyamuk Aedes Agypti penyebab DBD

 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau kepada seluruh warga Kota Bekasi untuk melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypty. 

Dinkes Kota Bekasi menyarankan masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M dan bukan fogging. Cara 3M yaitu Menguras bak mandi atau bak penampungan air, Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati menegaskan terkait perkembangan DBD di Kota Bekasi fogging bukan untuk pencegahan tetapi untuk pengendalian nyamuk DBD.

"Fogging bukan untuk pencegahan DBD dan bukan solusi utama untuk menghilangkan bahaya penyakit DBD. Hal itu dikarenakan fogging hanya membunuh nyamuk aedes aegypty dewasa dan tidak dapat membunuh nyamuk yang berbentuk jentik. Selain itu, dapat menyebabkan efek samping gangguan saluran pernapasan, gangguan pencernaan, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan pada ibu hamil jika menghirup gas tersebut secara berlebihan," jelas Tanti, Kamis (26/5).

Baca juga : Pemkot Tangsel Kembali Raih Opini WTP dari BPK

Ia menjelaskan, pelaksanaan fogging harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Diantaranya bila ada kasus DBD harus melapor ke puskesmas diperkuat dengan bukti positif DBD di lembar Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS).

Kemudian, lanjutnya, harus ada hasil positif pada Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan oleh petugas puskesmas di wilayah kasus DBD ditemukan. Selain itu, fogging hanya boleh dilakukan oleh petugas puskesmas yang sudah terlatih.

"Namun dengan PSN 3M akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara luas, serentak, terus menerus dan berkesinambungan. PSN 3M sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali oleh masing-masing pemilik rumah sehingga terjadi pemutusan rantai pertumbuhan nyamuk pra dewasa tidak menjadi dewasa," pungkasnya.(OL-7)

Baca Juga

Dok. Jawara Ssandi Uno

Gelar Pelatihan Dimsum di Bekasi, Pelaku UMKM Dan Emak-emak Harapkan Sandiaga Presiden 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:05 WIB
Ketua Jawara Sandi Uno, Aini Kartaatmadja mengatakan, Sandiaga sosok yang tepat dalam memberikan solusi kebangkitan ekonomi kepada...
Ilustrasi

Pencuri Bobol Rumah Kosong di Jakbar Siang Hari, Korban Rugi Rp400 Juta

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 17:30 WIB
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengatakan kejadian berawal saat korban bernama Desi bersama suami dan anaknya pergi...
MI/Selamat Saragih

HIPMI BPC Kepulauan Seribu, Semangat Kewirausahaan Untuk Menggali Potensi Baru

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 17:22 WIB
KETUA Umum BPD HIPMI DKI Jakarta Raya (HIPMI Jaya) Sona Maesana melantik pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya