Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA momentum Lebaran 1443 H, PT KAI (Persero) telah menetapkan masa Angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 22 April - 13 Mei 2022 atau H-10 - H+10 Lebaran.
Pada momen tersebut rata-rata akan terdapat 59 KA per hari yang beroperasi dengan ketersediaan tempat duduk sekitar 33 ribu per hari untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.
Untuk kesiapan sarana yang akan mendukung Angkutan Lebaran 2022, KAI Daop 1 Jakarta sudah menyiapkan 329 unit sarana yang terdiri dari 45 unit lokomotif dan 284 unit kereta penumpang serta bagasi.
Baca juga: 199 Ribu Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta pada 28-29 April 2022
"Seluruh sarana lokomotif dan kereta tersebut telah melewati berbagai tahapan perawatan serta pemeriksaan khusus jelang angkutan Lebaran. Untuk perawatan sarana lokomotif dan kereta, Daop 1 Jakarta memiliki 3 Dipo lokomotif, 3 Dipo Kereta dan gerbong, serta Balai Yasa Manggarai untuk perawatan besar atau overhaul," kata Kahumas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Senin (18/4).
Selain melakukan pemeriksaan khusus, proses perawatan rutin juga telah di programkan untuk seluruh sarana lokomotif dan kereta yang dilakukan secara berkala yakni perawatan harian, 3 bulanan, 6 bulanan, serta 1 tahunan.
Pada proses perawatan sejumlah pengecekan juga dilakukan, di antaranya pemeriksaan motor diesel, kelistrikan, sistem pengereman dan 9 item yang wajib berfungsi saat lokomotif berjalan seperti lampu sorot, suling lokomotif, wiper, lampu kabin, radio lokomotif, deadman pedal, GPS, speedometer dan pengereman.
Seluruh sarana di Daop 1 Jakarta juga telah melalui proses pemeriksaan kelaikan kesiapan operasi atau ramcheck sarana perkeretaapian Angkutan Lebaran yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub.
PT KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen mengutamakan keselamatan, kenyamanan, keamanan dan kelancaran operasional perjalanan Kereta Api melalui sejumlah upaya yang dilakukan salah satu nya dari keandalan sarana Kereta dan Lokomotif.
"Melalui seluruh proses yang telah dijalankan, Daop 1 Jakarta meyakinkan seluruh ketersediaan sarana kereta dan lokomotif yang akan dioperasikan pada masa angkutan lebaran dalam kondisi baik," jelas Eva. (OL-1)
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan berlangsung pada Selasa (24/3/ 2026).
Penjualan tiket kereta Lebaran 2026 mencapai 4 juta lebih atau 89,6%. KAI menyebut arus balik masih tersedia dengan ratusan ribu kursi tersisa.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved