Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Metro Jakarta Barat sampai saat ini masih memeriksa 12 pemuda karena diduga hendak tawuran di kawasan Cengkareng dan Kembangan, Jakarta Barat,
"Kami masih periksa di Polsek terkait," kata Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat Kompol Slamet Riyanto melalui keterangan pers di Jakarta, Senin pagi (7/3).
Slamet menjelaskan, mereka ditangkap di dua lokasi berbeda berikut berbagai senjata tajam yang diduga dipergunakan saat hendak melakukan tawuran, pada Minggu (6/3) dini hari.
Ke-12 pemuda ini terjaring dalam operasi patroli yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat di kawasan rawan tawuran.
Slamet mengatakan sebanyak enam pemuda ditangkap di Jalan KH Hasyim RT 04/01 Kembangan Utara Jakarta Barat dan sisanya di daerah Jalan Ukir RT 09/010 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Pihaknya juga belum bisa memastikan siapa saja lawan yang mereka sasar dalam rencana aksi tawuran itu.
Dalam penangkapan tersebut, pihaknya menyita beberapa senjata tajam yang diduga akan dipakai dalam aksi tawuran tersebut.
Slamet menambahkan kegiatan patroli preventif akan terus dilakukan khususnya di jam rawan terjadinya tawuran demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi warga. (Ant/OL-13)
Baca Juga: BMKG: Hari Ini Sebagian Jakarta akan Diguyur Hujan
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Dodo dan Nasio Siagian, ayah dan anak, terjerat pasal berlapis penganiayaan terhadap tetangga di Kapuk, Jakarta Barat.
Pasar rumah tapak di Jakarta Barat masih menjanjikan, terutama di segmen harga menengah.
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyoroti kondisi tata kota di Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, yang dinilai semakin semrawut.
PERISTIWA tragis terjadi di perlintasan rel Angke, Jakarta Barat (Jakbar). Seorang pria muda berusia 24 tahun dinyatakan tewas tertabrak kereta.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Para tersangka mengaku telah melakukan penyelundupan sebanyak dua kali dengan total volume mencapai 11,2 ton pasir timah.
Penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa sejumlah pejabat setingkat kepala bagian dan kepala dinas di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Para peserta merupakan gabungan anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Satpol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Petugas menemukan satu pucuk pistol berwarna perak yang setelah diperiksa merupakan jenis airsoft gun.
Korban yang baru berusia 12 tahun dihentikan dan diminta tolong mencari adik pelaku bernama 'Rokim'.
Proses hukum kini difokuskan pada dua tersangka yang telah ditahan dan satu penyuplai yang masih dalam pengejaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved