Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI nekat dilakukan seorang pria di tepi Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Pria yang diketahui bernama Marhadi tersebut berusaha bunuh diri dengan cara membakar diri.
Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, Depok Iptu Hendra mengatakan dari keterangan saksi, Marhadi sempat duduk di pinggir jalan. Kemudian dia menyiramkan bensin dan membakar diri.
Diduga Marhadi hendak bunuh diri. "Sementara dugaan seperti itu (upaya bunuh diri),” katanya, Minggu (30/1).
Marhadi yang mengalami luka bakar 70% kemudian dibawa ke RS Kramat Jati, Jakarta Timur. Belum diketahui motif Marhadi melakukan tindakan nekat itu.
Rusman, warga setempat yang melihat Marhadi membakar diri mengatakan dirinya berusaha mencegah. Namun api dengan cepat menyambar badannya. Ia bersama warga lainnya kemudian memadamkan api di badan Marhadi.
Rusman mengaku menemukan dua botol berisi cairan di lokasi kejadian. Satu botol sudah kosong, sedangkan botol satu lagi berisi cairan berwarna hijau yang diduga sebagai bensin.
"Botol berisi diduga bensin tersebut satu botol sudah kosong dan sisanya satu botol masih ada sisa bensin berwarna hijau. Dugaan korban mencoba membakar badannya sendiri untuk bunuh diri,” pungkas Rusman (OL-15)
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved