Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta terus mendorong vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun. Terlebih saat ini sedang berlangsung pembelajaran tatap muka (PTM) 100% dalam keadaan kasus Covid-19 varians Omikron sedang meningkat.
“Kita kerja sama pihak sekolah agar meningkatkan partisipasi siswa untuk vaksin covid-19. Terutama fokus pada usia 6-11 tahun,” kata Kabid Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah saat dihubungi, Minggu (9/1).
Baca juga: Kemenkes Fokuskan Pasien Omikron Akan Dirawat di Rumah Saja
Ia juga mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sudah membuat sentral-sentral vaksin secara terjadwal. Seperti di Puskesmas dan fasilitas rumah sakit lainnya untuk vaksinasi anak. “Ini upaya percepatan vaksin pada anak,” jelasnya.
Sebelumnya, Taga juga sempat mengutarakan pelaksanaan PTM ini masih dilakukan kendati Jakarta berada di PPKM Level 2. Karena berdasarkan peraturan, pelaksanaan PTM bisa digelar saat PPKM Level 1 dan Level 2.
Pemberlakuan ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi untuk tahun ajaran 2022.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menyoroti peningkatan kasus covid-19 varians Omikron di Jakarta. Menurutnya ini perlu menjadi alarm dini yang perlu diwaspadai. Utamanya terkait aktivitas sekolah tatap muka yang sudah berlangsung 100% ini.
“Ada kondisi kondisi terbaru yang patut diperhatikan yaitu tatap muka sekolah yang sudah berjalan di DKI. Dalam pemantauan langsung di lapangan, belajar hanya berlangsung sekitar 3 jam, dan sedikit siswa yang belum divaksinasi,” kata Gilbert kepada Media Indonesia, Minggu (9/1).
Sehingga ia menyarankan untuk anak yang belum divaksin covid-19 untuk tidak diperbolehkan masuk sekolah. Pasalnya, untuk vaksinasi saja tidak sepenuhnya mampu menghadang varian Omikron.
Kemudian, siswa mempunyai mobilitas yang tinggi apalagi seperti euforia karena sudah lama tidak masuk sekolah. Sehingga apabila belum divaksin akan membuat siswa semakin rentan. (OL-6)
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved