Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pemerintah Kota Depok mengklaim angka kasus kebakaran di wilayahnya mengalami penurunan selama 2021. Turunnya angka kebakaran salah satunya efek dari pandemi covid-19.
"Ya, angka kebakaran turun. Ini karena efek pandemi covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat sehingga segala potensi yang menimbulkan kebakaran bisa di deteksi lebih awal," ucap Kepala DPKP Kota Depok Raden Gandara Budiana, Jumat (7/1).
Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) itu, katanya, orang banyak di rumah. Sebelum pandemi atau pada 2020 DPKP Kota Depok mencatat sebanyak 123 kasus. "Maka tahun ini (2021) hanya 121 kasus."
Baca juga: Ridwan Kamil Tunjuk Tri Adhianto Jadi Plt Wali Kota Bekasi
Gandar merinci, pada Januari tahun lalu terdapat 10 kasus, Februari (4), Maret (9), April (12), Mei dan Juni (9). Kemudian, Juli 10 kasus, Agustus (15), September (12), Oktober (11), November (7), dan Desember (13).
"Mayoritas kasus kebakaran tahun 2021 disebabkan korsleting listrik dengan 62 kasus. Sementara penyebab lainnya, yaitu kompor meledak 17 kasus dan penyebab lainnya 42 kasus. Rata-rata kasus kebakaran terjadi di area pemukiman warga. Total kerugian hampir mencapai Rp1,2 miliar," katanya.
Selain memadamkan api, sambung dia, pihaknya juga melakukan penanganan terhadap kasus non-kebakaran, seperti evakuasi sarang tawon, ular, dan monyet yang masuk ke pemukiman warga, termasuk juga pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor.
"Selama 2021 tercatat sudah 567 kasus non-kebakaran yang kami tangani. Paling banyak evakuasi mencapai 495 tindakan," tutur dia.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional DPKP Kota Depok Welman Naipos-pos menambahkan, turunnya angka kebakaran di Kota Depok sedikit banyaknya di pengaruhi oleh tingginya kesadaran masyarakat tentang kebakaran itu.
Hal ini didukung dengan gencarnya bimbingan peningkatan kapasitas dan sosialisasi yang terus digencarkan DPKP Kota Depok guna mendorong masyarakat sadar akan kebakaran. (J-2)
INSIDEN mobil hanyut terbawa arus kali akibat banjir bandang dan hujan deras melanda wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin malam, 23 Maret 2026.
Hujan deras menyebabkan empat tanggul kali di Depok jebol dan memicu banjir. Ribuan kepala keluarga terdampak, penanganan darurat masih berlangsung.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
WARGA Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, dibuat heboh oleh penemuan seorang bayi baru lahir dan masih hidup di sudut rumah warga, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik di berbagai objek vital.
Proyek yang menyasar Pulau Gili Labak dan Pulau Pagerungan Kecil ini menjadi solusi nyata atas tantangan geografis dalam pemenuhan energi di daerah terpencil.
ULP Siantar Kota melayani sistem kelistrikan dan pelayanan pelanggan seputaran Kota Pematangsiantar dan sebagian wilayah Kabupaten Simalungun.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved