Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pemerintah Kota Depok mengklaim angka kasus kebakaran di wilayahnya mengalami penurunan selama 2021. Turunnya angka kebakaran salah satunya efek dari pandemi covid-19.
"Ya, angka kebakaran turun. Ini karena efek pandemi covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat sehingga segala potensi yang menimbulkan kebakaran bisa di deteksi lebih awal," ucap Kepala DPKP Kota Depok Raden Gandara Budiana, Jumat (7/1).
Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) itu, katanya, orang banyak di rumah. Sebelum pandemi atau pada 2020 DPKP Kota Depok mencatat sebanyak 123 kasus. "Maka tahun ini (2021) hanya 121 kasus."
Baca juga: Ridwan Kamil Tunjuk Tri Adhianto Jadi Plt Wali Kota Bekasi
Gandar merinci, pada Januari tahun lalu terdapat 10 kasus, Februari (4), Maret (9), April (12), Mei dan Juni (9). Kemudian, Juli 10 kasus, Agustus (15), September (12), Oktober (11), November (7), dan Desember (13).
"Mayoritas kasus kebakaran tahun 2021 disebabkan korsleting listrik dengan 62 kasus. Sementara penyebab lainnya, yaitu kompor meledak 17 kasus dan penyebab lainnya 42 kasus. Rata-rata kasus kebakaran terjadi di area pemukiman warga. Total kerugian hampir mencapai Rp1,2 miliar," katanya.
Selain memadamkan api, sambung dia, pihaknya juga melakukan penanganan terhadap kasus non-kebakaran, seperti evakuasi sarang tawon, ular, dan monyet yang masuk ke pemukiman warga, termasuk juga pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor.
"Selama 2021 tercatat sudah 567 kasus non-kebakaran yang kami tangani. Paling banyak evakuasi mencapai 495 tindakan," tutur dia.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional DPKP Kota Depok Welman Naipos-pos menambahkan, turunnya angka kebakaran di Kota Depok sedikit banyaknya di pengaruhi oleh tingginya kesadaran masyarakat tentang kebakaran itu.
Hal ini didukung dengan gencarnya bimbingan peningkatan kapasitas dan sosialisasi yang terus digencarkan DPKP Kota Depok guna mendorong masyarakat sadar akan kebakaran. (J-2)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan masih terjadi pemadaman listrik bergilir di empat kabupaten di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved