Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) membeberkan hasil kinerja sepanjang 2021. Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose mengatakan pihaknya telah menggagalkan 760 kasus narkoba dari 85 jaringan baik nasional dan internasional.
Golose mengungkap bahwa jaringan narkoba internasional yang paling banyak berasal dari golden triangle dan golden crescent. Golden Triangle merupakan kawasan pabrik narkoba terbesar di Asia Tenggara yang meliputi Laos, Thailand, dan Myanmar. Sementara Golden Crescent meliputi Pakistan, Iran dan Afghanistan.
"Barang bukti yang disita pada tahun 2021 adalah 3.313 ton sabu, 115,1 ton ganja, 50,5 hektar lahan ganja, dan 191.575 butir ekstasi," tuturnya, Rabu (29/12).
Golose juga menerangkan BNN menciduk 1.109 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, serta menyita ribuan ton barang bukti narkoba. BNN juga menyita sejumlah aset yang diperoleh dari penelusuran tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan kejahatan narkoba.
"Dari 14 kasus TPPU yang diungkap dan 16 orang tersangka yang diamankan. BNN menyita barang bukti TPPU berupa aset dan uang tunai sebesar Rp108,3 miliar," tandasnya.
Baca juga: BNNP Babel Sita Narkotika Senilai Rp1 Miliar
Sementara itu, Anggota Komisi III Ichsan Soelistio yang hadir dalam press release akhir tahun 2021 tersebut mengapresiasi kinerja BNN dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, dari jumlah barang bukti yang diamankan, BNN telah menyelamatkan begitu banyak anak bangsa.
"Tadi disebutkan ada 3,3 ton sabu. Tidak usah dihitung berapa banyak nyawa anak-anak kita yang bisa diselamatkan. Sangat banyak. Karena itu kita patut mengapresiasi apa yang sudah dilakukan BNN," ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Ichsan mengaku juga baru saja mendapatkan pemaparan dari Polri yang sama gencarnya dalam memberantas narkoba. Dari operasi di seluruh Indonesia, Polri disebut mengamankan lebih dari 8 ton sabu.
"BNN 3 ton, Polri 8 ton, jadi setidaknya 11 ton sabu yang diamankan. Ini prestasi yang bagus dan upaya memberantas narkoba ini harus terus ditingkatkan," paparnya.
Ichsan berharap narkoba yang bisa diamankan tahun depan tidak sebanyak tahun ini.Harapan itu bukan karena upaya penindakan BNN dan Polri mengendur, melainkan peredarannya menurun.
Ichsan juga berkomitmen untuk terus mendorong percepatan revisi UU tentang Narkotika, yang salah satu fokus utamanya adalah penegasan bahwa pengguna narkoba akan direhabilitasi, bukan dipidana penjara. Revisi ini penting karena pengguna adalah korban yang harus dibantu, sekaligus untuk mengatasi masalah kelebihan penghuni lembaga pemasyarakatan.
Golose mengatakan masalah penanganan terhadap pengguna merupakan tantangan tersendiri. Menurutnya, ke depan penanganan terhadap mereka yang benar-benar menjadi korban narkoba memang mesti difokuskan pada rehabilitasi. (A-2)
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved