Rabu 20 Oktober 2021, 23:50 WIB

Anies: Kapasitas Kantor Non-Esensial Boleh 50%

Ant | Megapolitan
Anies: Kapasitas Kantor Non-Esensial Boleh 50%

Antara
Ilustrasi perkantoran

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatur perkantoran sektor non-esensial di Jakarta pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level  dua, pegawai yang dapat bekerja dari kantor atau WFO ditingkatkan dari 25% menjadi 50% Pengaturan pelonggaran kegiatan masyarakat pada PPKM level 2 tersebut, dituangkan dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1245 Tahun 2021 tentang PPPKM Level 2 COVID-19 yang ditandatangani Anies Baswedan di Jakarta, 18 Oktober 2021 dan berlaku mulai 19 Oktober 2021.

Keputusan Gubernur DKI Jakarta itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 covid-19 di Jawa dan Bali. Dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta tersebut, mengatur antara lain, pada perkantoran sektor non-esensial kapasitas pegawai WFO ditingkatkan menjadi 50 persen, dengan syarat sudah divaksin dan wajib memindai sertifikat vaksinasi pada aplikasi PeduliLindungi saat masuk dan keluar tempat kerja.

Untuk perkantoran sektor esensial kapasitas pegawai WFO ditingkatkan dari 50 persen menjadi 75 persen, dengan persyaratan seperti pegawai sektor non-esensial saat masuk dan keluar kantor. Untuk sektor esensial bidang perhotelan non-penanganan karantina, kapasitas pengunjungnya maksimal 50 persen dan hanya mengunjung kategori hijau dan kuning dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk.

Pada sektor esensial bidang industri orientasi ekspor dan penunjangnya yang memenuhi persyaratan, boleh beroperasi dengan pengaturan shift dan kapasitas maksimal 75 persen staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, sedangkan [ada pelayanan administrasi perkantoran hanya bisa beroperasi 50% . Untuk sektor esensial pada sektor pemerintahan mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Sedangkan bagi sektor kritikal bidang kesehatan serta keamanan dan ketertiban dapat beroperasi 100% staf tanpa ada pengecualian. Untuk sektor kritikal bidang penanganan bencana; energi; logistik, pos, transportasi, dan distribusi, dan sebagainya dapat beroperasi 100 persen, sedangkan pelayanan administrasi perkantoran dapat beroperasi 50 persen.

Bidang-bidang tersebut juga, diwajibkan untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sejak tanggal 7 September 2021 guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk kepada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan dan wilayah administrasi perkantoran. Sementara untuk perusahaan yang termasuk dalam kategori penanganan bencana, wajib mendapatkan rekomendasi dari Kementerian teknis pembina sektornya sebelum dapat memperoleh akses untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. (OL-8)

Baca Juga

dok.Ant

Polisi Bongkar Posko dan Antribut Ormas di Jakarta Barat

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:50 WIB
POSKO atau gardu ormas yang berdiri di atas Fasum ataupun Fasos yang berada di wilayah kecamatan Tambora Jakarta Barat,...
ANTARA/HO Sudin Gulkamart Jakarta Barat.

Kebakaran di Permukiman di Tambora Tewaskan Satu Keluarga

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:38 WIB
Mereka meninggal diduga karena terjebak di dalam rumah saat peristiwa kebakaran...
ANTARA/Aditya Pradana Putr

Ancol Banjir Rob Pertama Kali, Wagub DK Janji akan Lakukan Evaluasi

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:20 WIB
Banjir rob di Jakarta Utara meliputi Kelurahan Pluit (11 RT), Kelurahan Penjaringan (1 RT), Kelurahan Pejagalan (1 RT), dan Kelurahan Ancol...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya