Selasa 19 Oktober 2021, 15:03 WIB

Sindikat Pinjol Cengkareng Ternyata Milik WNA, Kini Diburu Polisi

Mediiandonesia | Megapolitan
Sindikat Pinjol Cengkareng Ternyata Milik WNA, Kini Diburu Polisi

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Penggerebekan kantor sindakat pinjol

 

JAJARAN Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat memburu seorang warga negara asing (WNA) karena diduga sebagai pemilik sindikat pinjaman online (pinjol) di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

"Pengejaran ke pemilik kantor saudara P dan M, dan juga yang diduga sebagai pemilik pinjol saudara M yang kemungkinan dugaan kami sebagai WNA," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, hari ini.

Setyo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap enam tersangka, yakni IK sebagai penagih (collection desk), JS sebagai "leader", NS selaku supervisor, RRL sebagai penagih, HT sebagai "leader" dan MSA sebagai pelapor (reporting).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana menjelaskan bahwa pihaknya masih mengembangkan pemilik pinjol yang diduga WNA tersebut berdasarkan bukti percakapan di grup aplikasi perpesanan.

Baca juga: Tjahjo Dorong Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Calo CPNS

"Dugaan WNA karena ditemukan bukti percakapan di grup pengurus pinjol ini ada bahasa asing, kemudian ada 'translator' (penterjemah). Makanya kami akan kembangkan untuk ke depannya," kata Wisnu.

Seperti diketahui, kasus sindikat pinjol ilegal ini berawal dari penggerebekan yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat di sebuah ruko Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (13/10).

Sejumlah barang bukti yang telah diamankan polisi, yakni sebanyak 57 unit perangkat komputer CPU, 56 telepon genggam, dua unit laptop dan satu perangkat CCTV.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat 1 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tersangka penagih pinjaman online diduga menggunakan ancaman, bahasa kasar, hingga penyebaran video asusila ke media sosial korban jika pinjaman tidak dilunasi.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Pembangunan Berkelanjutan Dapat Ciptakan Jakarta Nyaman Dihuni

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 00:36 WIB
Widi menjelaskan, Jakpro sebagai perusahaan yang peduli terhadap pembangunan lingkungan berkelanjutan telah berkontribusi pada tujuh proyek...
DOK Pemkot Tangsel

Dispora Tangsel Beri Apresiasi Kepada Pembina Pramuka

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:17 WIB
BERTEMPAT di ruang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Banten, Kamis (2/12), sejumlah...
Antara/M. Risyal Hidayat

Hadapi Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI Jamin Kesiapan Faskes 

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 02 Desember 2021, 22:11 WIB
"Kita juga terus meningkatkan 3T. Di samping berbagai fasilitas yang ada, seperti rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, pengobatan....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya