Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KUALITAS udara di masa pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Kendati demikian, saat ini kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia semakin memprihatinkan.
Founder dan CEO Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas udara, khususnya di Jakarta, adalah masih banyaknya pembakaran sampah oleh masyarakat.
“Masyarakat indonesia masih membakar sampah secara sembarangan. Padahal, dalam UU No.18 Tahun 2008 dan PP 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah, berisikan larangan masyarakat untuk membakar sampah,” ujar Junerosano, dalam video yang diunggah akun instagram Bicara Udara, Kamis (19/8/2021).
Junerosano menerangkan, menurut hukum kekekalan energi, energi tidak bisa dimusnahkan dan hanya bisa berubah bentuk. Ia mencontohkan, sampah yang tadinya zat padat, setelah dibakar menjadi gas atau udara dan menjadi polusi udara.
“Sampah padat yang dibakar berubah menjadi asap dan gas, lalu menjadi polusi udara. Kalau kita tidak mau hidup dengan sampah, mengapa kita mau hidup dengan polusi udara,” ucapnya,
Menurut Junerosano, kebiasaan masyarakat untuk membakar sampah terjadi di banyak titik. Sehingga, sulit untuk dikontrol dan sulit diatur pengawasan serta penegakannya.
“Dengan adanya urbanisasi, pertumbuhan laju penduduk dan laju konsumsi, meningkatnya status sosial dan daya beli masyarakat, mempengaruhi praktik pembakaran sampah di masyarakat,” imbuhnya.
Junerosano menambahkan, cakupan pengelolaan sampah di Indonesia yang saat ini berada di kisaran 70%, harus segera ditingkatkan untuk meminimalisir perilaku pembakaran sampah di tengah masyarakat. Jika tidak, maka masyarakat akan tetap melakukan pembakaran sampah.
“Bayangkan apabila kita tidak bisa bernapas secara bebas karena udara sudah sangat beracun,” tukasnya.
Selain itu, menurutnya dampak polusi udara ini akan lebih terasa di generasi mendatang. Jika saat ini saja kualitas udara tidak baik, kalau tidak segera diatasi, di masa mendatang akan lebih buruk lagi. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga kualitas udara.
“Semoga udara tetap bisa kita nikmati ke depannya. Jangan sampai ada momen anak di masa depan mempertanyakan mengapa buminya menjadi rusak. Mari kita jaga, kita wariskan udara yang bersih,” pungkasnya. (RO/OL-09)
Pemprov DKI Jakarta melakukan pemasangan turap di Kali Cideng Atas untuk mengantisipasi terjadinya banjir serta longsor di bibir kali
Lisa Blackpink terlihat di Jakarta! Simak 3 tempat viral yang jadi sorotan netizen, termasuk Senayan City, Pacific Place, dan Hotel St. Regis.
Ketegasan yang tidak konsisten dapat merusak iklim investasi dan menimbulkan ketidakpastian dunia usaha.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segel tiga toko Tiffany & Co di Jakarta terkait dugaan penyelundupan dan praktik underinvoicing impor barang mewah.
EKOSISTEM olahraga di Jakarta disebut memiliki potensi untuk mendukung DKI sebagai salah satu destinasi sport tourism global. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haram membuang sampah ke sungai.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved