Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 31.996 spesimen.
"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 21.437 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.981 positif dan 18.456 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 10.802 orang dites, dengan hasil 409 positif dan 10.393 negatif," kata Dwi dalam keterangan resmi, Rabu (4/8).
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 140.652 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 507.991 per sejuta penduduk.
"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 447 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 14.451 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," ujar Dwi.
Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 823.346 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Baca juga : Kemenkes Pastikan Warga Belum Punya NIK Tetap Bisa Divaksin
Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 796.381 dengan tingkat kesembuhan 96,7%, dan total 12.514 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%.
Untuk 'positivity rate' atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2%.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 7.918.732 orang (89,8%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 118.390 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 2.984.244 orang (33,9%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 119.208 orang.
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 64,3% dan untuk dosis 2 sebanyak 2,8%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 92,9% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 33%.
Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 81,4% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 69,6%. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 166.057 orang dan dosis 2 sebanyak 108.799 orang. (OL-7)
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pendatang baru pasca Idul Fitri 1447 H mempersiapkan diri dan memiliki skill, seiring ekonomi Jakarta yang tumbuh positif.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved