Rabu 28 Juli 2021, 13:18 WIB

Satpol PP Akui tidak Mungkin Awasi Orang Makan 20 Menit

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Satpol PP Akui tidak Mungkin Awasi Orang Makan 20 Menit

Antara/Aditya Pradana Putra.
Sejumlah warga menyantap sajian yang dijual salah satu warung makan di Kemayoran, Jakarta, Senin (26/7).

 

KEPALA Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat Bernard Tambunan menyebut pihaknya tak mungkin mengawasi warga yang makan di sejumlah warung, seperti warteg, dengan durasi maksimal 20 menit. Tak mungkin personelnya cukup untuk berjaga di tiap warung di wilayah Jakarta Pusat.

"Tidak mungkinlah kami hitung menit di situ. Anggota berdiri tiap warung," kata Bernard saat dihubungi, Rabu (28/7).

Maka dari itu, Bernard mengatakan Satpol PP tetap melakukan pengawasan seperti biasa dengan sistem patroli memantau kondisi di lapangan. Jika pihaknya menemukan kerumunan, akan ditindak.

"Semaksimal mungkin mengecek, mengawasi, tapi kalau mengawasi satu warung satu, duduk di situ 20 menit, kan enggak mungkin," kata dia. Bernard meminta kesadaran pemilik warung dan warga mengikuti aturan maksimal makan di tempat selama 20 menit sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Seperti diketahui, PPKM Darurat diberlakukan sejak 3-20 Juli 2021. Selanjutnya pemerintah membuat pengaturan baru yaitu PPKM level 1-4 yang berlaku pada 21-26 Juli 2021. 

Baca juga: Dibatasi 20 Menit, Wiku: Sebisa Mungkin Jangan Makan di Tempat

Untuk wilayah dengan PPKM level 4, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokoler kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Polisi Sita 25 Sepeda Motor Curian di Rumah Kontrakan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 20:52 WIB
‘’Satu pelaku kita amankan dengan 25 sepeda motor hasil curian, Ini Kelompok Lampung,’’ kata Kepala Kepolisian...
MI/RAMDANI

Produktivitas Meningkat dan Aman dari Ancaman Masih Jadi Tantangan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 18:01 WIB
peningkatan produktivitas masyarakat dan tetap terkendalinya Covid-19 adalah dua target yang saling berlawanan sehingga harus dicapai...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Masih Banyak Warga BAB Sembarangan, Pemkot Jakpus: Perlu Penanganan Komprehensif

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 28 September 2021, 17:27 WIB
Ribuan KK tersebut tersebar di delapan kelurahan yakni Tanah Tinggi, Johar Baru, Kampung Rawa, Kwitang, Cikini, Kramat, Karang Anyar, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya