Senin 26 Juli 2021, 18:18 WIB

Pos Penyekatan Daan Mogot Macet Panjang

Rahmatul Fajri | Megapolitan
 Pos Penyekatan Daan Mogot Macet Panjang

ANTARA/FAUZAN
Anggota TNI memeriksa dokumen perjalanan pengemudi yang akan melintas di pos penyekatan pembatasan menuju Jakarta di kawasan Kalideres

 

KEMACETAN sekitar satu kilometer terjadi di pos penyekatan Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat pada Senin (26/7) pagi. Pengendara dari arah Kalideres dan Tangerang menuju ke Grogol sekitarnya tampak antre.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP memeriksa kelengkapan dokumen warga yang melintas, seperti Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). Sementara pengendara ojek online diberikan izin melintas di pos penyekatan.

Banyaknya warga yang melintas membuat jalan bertambah macet. Petugas memisahkan antara pengendara roda dua dan roda empat dengan memasang barrier dan traffic cone. Pengendara motor dibagi menjadi dua baris. Namun, kemacetan panjang tak terhindarkan.

Sementara itu, di pos penyekatan Mampang, Jakarta Selatan tak tampak petugas yang berjaga pada Senin (26/7) siang. Pantauan Media Indonesia di lapangan pengendara roda dua dan roda empat tampak leluasa melewati pos penyekatan. 

Hanya ada plang yang diletakkan di tengah jalan yang bertuliskan pukul 10:00 hingga 22:00 WIB hanya dilewati tenaga kesehatan.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Wagub DKI: Penyekatan Jalan Masih Berlaku

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pos penyekatan di 100 titik yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih berlaku pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Yusri mengatakan tidak ada pengurangan titik penyekatan, begitu juga dengan aturan mobilitas yang masih mengatur wajib menyertakan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi pekerja non-esensial dan nonkritikal yang ingin keluar masuk Jakarta saat PPKM level 4.

“Jadi penyekatan tetap dilaksanakan seperti biasa. Titik-titik penyekatan tetap tidak berubah, cara bertindaknya pun tidak berubah, masih sama,” kata Yusri di SPN Lido Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/7).

Yusri mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan PPKM Level 4 dalam upaya mengurangi mobilitas. Ia mengatakan jika masyarakat disiplin, maka diharapkan kasus covid-19 dapat diturunkan, sehingga akan ada pertimbangan untuk melakukan relaksasi penyekatan pada 2 Agustus mendatang.

“Kita mengharapkan mobilitas dari masyarakat karena kita ukur dari google mobility indeks yang ada, yang kita harapkan adalah kesadaran masyarakat di sini untuk mau patuh," ujar Yusri. (A-2)

Baca Juga

Antara

Positivity Rate di DKI Makin Turun, Kini Hanya 0,6%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:20 WIB
Pemprov DKI terus menggencarkan vaksinasi covid-19. Untuk vaksin dosis pertama sudah mencapai 10,79 juta orang dan dosis kedua menyasar...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Polisi: Utang Rp1 Juta di Pinjol Ilegal Membengkak jadi Rp50 Juta

👤zaenal arifin 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:10 WIB
Masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal mengalami ganguan kejiwaan setelah mengetahui total pinjaman yang harus dibayar berkali-kali...
Antara/Indiranto Eko Suwarso

Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, Monas Belum Dibuka untuk Wisatawan 

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 18:29 WIB
Dia menambahkan, saat ini UPT Monas sedang menunggu keputusan pemerintah untuk diizinkan kembali...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya