Selasa 13 Juli 2021, 19:42 WIB

KAI Commuter Perketat Pengawasan Dokumen Perjalanan Untuk Naik KRL

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
KAI Commuter Perketat Pengawasan Dokumen Perjalanan Untuk Naik KRL

MI/Andri Widiyanto
Petugas KRL memeriksa dokumen perjalanan calon penumpang KRL

 

PELAKSANAAN PPKM Darurat hari Selasa (13/7) ini memasuki hari ke-11. Pengguna Kereta rel listrik (KRL) tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan saat dilakukan pemeriksaan dokumen perjalanan. 

Sebagaimana aturan yang tertuang dalam SE Menteri Perhubungan No. 50 Tahun 2021, STRP atau surat keterangan lainnya yang termasuk ke dalam sektor esensial dan kritikal agar dibawa seluruh calon pengguna KRL dalam bentuk cetak dengan tandatangan dan stempel basah. Dokumen perjalanan yang kurang lengkap akan memakan waktu pemeriksaan lebih lama oleh petugas.

"Petugas di lapangan akan cermat meneliti dokumen perjalanan yang dibawa oleh calon pengguna KRL. Untuk itu diharapkan kerjasama para calon pengguna KRL, khususnya bagi yang bekerja di sektor non esensial dan non kritikal agar tidak memaksakan diri naik KRL karena petugas tidak akan mengizinkan untuk masuk area stasiun dan naik kereta," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan resmi, Selasa (13/7). 

Dalam dua hari pelaksanaan penerapan SE No. 50 Tahun 2021 ini, KAI Commuter terus melakukan evaluasi bersama dengan pemerintah guna menekan penyebaran Covid-19 yang meningkat. 

Baca juga : Hari Pertama Penerapan STRP, Penumpang KA Lokal Turun 69 Persen

"Mulai Rabu (14/7) esok KAI Commuter semakin memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan di stasiun dengan memisahkan antrean bagi calon pengguna KRL yang memiliki STRP dan surat keterangan lainnya sehingga pengguna KRL adalah mereka yang benar-benar bekerja di sektor esensial dan kritikal," ungkapnya. 

Sementara itu hingga pukul 17.00 WIB, jumlah pengguna KRL di seluruh stasiun mencapai 99.757 orang. Angka ini tak jauh berbeda dengan jumlah pengguna hari kemarin di waktu yang sama yaitu 90.750.

Bagi masyarakat yang bekerja di sektor non esensial dan non kritikal maksimalkan bekerja dari rumah. Dukung upaya pemerintah ini untuk menekan penyebaran Covid-19. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Anda Ingin bayar Pajak Kendaraan, Ini 14 Samsat Keliling di Jadetabek

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 08:40 WIB
ADA 14 Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) dalam pembayaran pajak kendaraan...
Antara

Anies: Kapasitas Kantor Non-Esensial Boleh 50%

👤Ant 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:50 WIB
Untuk perkantoran sektor esensial kapasitas pegawai WFO ditingkatkan dari 50 persen menjadi 75...
Antara

Libur Maulid 2021TMII Dikunjungi 6.932 Wisatawan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:51 WIB
TAMAN Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur dikunjungi sebanyak 6.932 wisatawan saat libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya