Selasa 06 Juli 2021, 15:53 WIB

Duh, Pedagang di Pasar Pramuka Jual Ivermectin Rp475 Ribu

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Duh, Pedagang di Pasar Pramuka Jual Ivermectin Rp475 Ribu

MI/Andri Widiyanto
Warga saat membeli obat dan vitamin di Pasar Pramuka, Jakarta.

 

POLDA Metro Jaya (PMJ) mengungkap praktik nakal oleh seorang pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta, berinisial R yang menjual obat Ivermectin lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Diketahui, HET untuk Ivermectin sekitar Rp7 ribu per kaplet atau Rp75 ribu per kotak. Namun, pedagang R menjual obat tersebut dengan harga Rp475 ribu per kotak. Kepanikan warga dimanfaatkan R untuk menaikkan harga obat tersebut.

"Ada panic buying yang dilakukan masyarakat. Jadi, banyak yang langsung pesan, kemudian ada yang coba bermain nakal. Harga ini ditemukan Rp475 ribu per satu kotak," ujar Kepala Bidang Humas PMJ Yusri Yunus, Selasa (6/7).

Baca juga: Luhut Targetkan Mobilitas Warga Turun 50%

Lebih lanjut, Yusri menekankan bahwa Ivermectin tidak boleh diperdagangkan secara bebas. Warga yang ingin mendapatkan obat tersebut harus meminta resep dokter. Selain itu, pihak yang menjual Ivermectin harus mengantongi Surat Tanda Registrasi Tenaga Kefarmasian (STRTK).

Menanggapi berbagai laporan masyarakat, kepolisian kemudian melakukan penyelidikan. Lalu, ditemukan pedagang di Pasar Pramuka yang menjual Ivermecting dengan harga selangit pada 4 Juli lalu.

Baca juga: Polri Siap Tindak Tegas Penimbun Obat di Masa PPKM Darurat

Atas perbuatannya, R akan dijerat Pasal 198 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 dan UU Nomor 6 Tahun 2018. Polisi masih mendalami keterangan R untuk mengetahui adanya spekulan lain yang memanfaatkan kepanikan masyarakat. Termasuk, menaikkan harga demi meraih keuntungan besar.

Yusri menyebut pihaknya gencar melakukan patroli siber untuk menyelidiki pihak yang menjual obat terkait covid-19 di atas HET. "Kita dalami semunya, termasuk apakah ada dari hilir. Kemudian, apakah ada pelaku lain. Kita akan lakukan tindakan tegas. Di sini belum kami lakukan penahanan, tapi kami terus melakukan pendalaman," pungkasnya.(OL-11)

 

Baca Juga

dok.ist

Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Lapor Polisi

👤Selamat Saragih 🕔Senin 25 Oktober 2021, 21:11 WIB
KEDUA korban saat ini belum pulang dari rumah sakit. Mereka sempat muntah berkali-kali dan diinfus saat di RSUD...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Kemenhub Beri Peringatan ke Inka soal Tubrukan Kereta LRT

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Oktober 2021, 19:47 WIB
Kemenhub pun meminta proses investigasi dan evaluasi atas insiden ini dapat segera dilaksanakan dengan...
DOK IST

Best Urban Living Apartment Ada di Bekasi

👤Gana Buana 🕔Senin 25 Oktober 2021, 19:30 WIB
Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya