Minggu 13 Juni 2021, 18:46 WIB

Bike To Work dan Koalisi Tawarkan Ini Untuk Dishub DKI

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Bike To Work dan Koalisi Tawarkan Ini Untuk Dishub DKI

MI/ANDRI WIDIYANTO
Sejumlah pesepada turut hadir saat pencopotan rambu bertuliskan "Kecuali Road Bike" di JLNT Kasablanka, Jakarta, Minggu (13/6).

 

BIKE To Work (B2W) Indonesia, Road Safety Association Indonesia, Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bahan Bakar Bertimbal (KPBB) berkoalisi memprotes hadirnya pemberian jalur khusus Road Bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang setiap Sabtu-Minggu pukul 05.00-08.00.

Rencana demo untuk menentang kebijakan itu telah dialihkan lewat diskusi dengan Dinas Perhubungan DKI.

Dari diskusi yang berlangsung pagi ini di Jakarta, Ketua Tim Advokasi B2W Fahmi Saimima mengatakan pihaknya memberikan beberapa pilihan kepada Dishub DKI untuk mencegah kembali terulangnya kebijakan yang diskriminatif.

Salah satunya adalah diskresi dengan mengubah Pergub No 12 tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).

Ia ingin agar pelaksanaan HBKB bisa lebih luas dengan membuka ruang publik sekaligus meningkatkan kualitas udara.

"CFD kira beri terobosan. Kita beri catatan khusus yang tadi disepakati pertama CFD tersebut akan zonasi, untuk 'public space' umum yakni sepeda umum lambat, yang lari, jalan kaki segala macem. Itu di zona tengah Sudirman-Thmarin," kata Fahmi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (13/6).

"Untuk zona khusus sepeda balap atau yang olahraga kecepatan tinggi bisa memakai JLNT untuk kembali lagi tidak apa-apa. CFD bisa dijadikan solusi bersama," ujarnya.

Berkaitan dengan Jakarta yang sedang dalam masa pandemi, ia juga mengingatkan agar Pemprov DKI agar melaksanakan HBKB tetap dalam protokol kesehatan.

"Pemberian jarak diatur dan harus diingat tidak boleh ada orang berdagang. Itu yang membuat kerumunan," jelasnya.

Solusi kedua ialah memberlakukan sebuah kebijakan internasional tentang 'slow traffic zone' yakni mengurangi kecepan di jalur campuran hanya 25-30 km/jam di kawasan-kawasan tertentu. Fahmi memaparkan, ini keputusan yang tidak berpihak pada road bike.

Ia juga menyebutkan ini usulan dari berbagai pihak termasuk pengendara bermotor. Menurut dia, usulan inilah yang tidak didengar oleh Dishub DKI.

"Kan ini dilatarbelakangi Dishub waktu merumuskan uji coba Road Bike diskusi hanya dengan ISSI dan Road Bike," ungkapnya.

Ia menambahkan kebijakan ini akan dirumuskan lebih matang dan mendengarkan pendapat seluruh pihak.

Dikusi lanjutan akan dilakukan kembali pada Senin (14/6) dan Rabu (16/6) pekan depan. (Put/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Galih Pradipta

Wagub DKI Sebut Kematian Pasien Isoman Sekitar 30 Persen

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:50 WIB
Menurut Ariza, tingkat kematian akibat covid-19 menurun sekitar...
MI/Dok Pemkot Bekasi

Warga Kota Bekasi Diminta tidak Takut Divaksin Covid-19

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:45 WIB
Warga yang belum melakukan vaksinasi, diharapkan segera mendaftarkan diri melalui RT/RW dan Kelurahan setempat dengan melakukan proses...
medcom.id

Kesembuhan 94%, Wali Kota Bekasi Minta PPKM Diturunkan ke Level 2

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:21 WIB
Wali Kota Bekasi meminta level PPKM diturunkan lantaran kasus aktif dan tingkat BOR sudah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya