Kamis 03 Juni 2021, 16:27 WIB

Rizieq Dituntut 6 Tahun, Pengacara Sebut Pasal Bernuansa Politis

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Rizieq Dituntut 6 Tahun, Pengacara Sebut Pasal Bernuansa Politis

Antara/Fakhri Hermansyah.
Layar telepon pintar menampilkan suasana sidang yang dihadiri Habib Rizieq Shihab (tengah) dan Direktur Rumah Sakit UMMI Andi Tatat (kiri).

 

JAKSA menuntut eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab dengan hukuman enam tahun penjara terkait kasus tes swab di RS UMMI Bogor. Jaksa menyebut Rizieq telah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swabnya.

Menyikapi tuntutan itu, anggota kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, mengaku sudah menyiapkan nota pembelaan atau pleidoi. Aziz mengatakan pasal yang dikenakan kepada kliennya bernuansa politis. Diketahui, Rizieq terbukti melakukan tindak pidana mengenai kabar bohong yang membuat keonaran di masyarakat dengan melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Yang menguatkan (dalam pleidoi) ialah penerapan pasal-pasal ini tidak lepas dari unsur politik. Hampir semua, Ratna Sarumpaet, Syahganda, tidak pernah ada sejak orde lama sampai sekarang baru ini dipakai," kata Aziz di PN Jakarta Timur, Kamis (3/6).

"Saya hanya fokus kepada hukum, tapi saya menjelaskan pasal yang untuk kebohongan itu penerapannya terkait politik," tambahnya. Aziz menyebut selain tim kuasa hukim, Rizieq juga akan menyusun nota pembelaan itu.

Majelis Hakim menjadwalkan pembacaan nota pembelaan tersebut pada Kamis (10/6). Sebelumnya, jaksa menyatakan Rizieq terbukti melakukan tindak pidana mengenai kabar bohong yang membuat keonaran di masyarakat dengan melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai hal yang memberatkan Rizieq dalam perkara ini ialah pernah dipidana dua kali pada 2003 dan 2008. Rizieq juga dianggap tidak mendukung upaya penanggulangan pemerintah dalam menanggulangi covid-19. Selain itu, Rizieq dinilai tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. Sementara itu, hal yang meringankan Rizieq, yakni Rizieq dapat memperbaiki perilakunya di masa depan.

Selain Rizieq, dalam kasus ini, jaksa juga menuntut Muhammad Hanif Alatas dengan hukuman dua tahun penjara. Jaksa menilai menantu Muhammad Rizieq Shihab itu terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta dalam menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab Rizieq.

 

Hanif dinilai melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana. "Menjatuhkan pidana terhadap Muhammad Hanif Alatas berupa pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi masa tahanan sementara, berdasarkan barang bukti 1 sampai 26 keseluruhan," kata jaksa. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

Pengunjung di Bawah 12 Tahun Sudah Boleh Masuk TMII

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 18:55 WIB
pengunjung anak di bawah usia 12 tahun juga tetap harus mengikuti persyaratan yaitu didampingi oleh orang tua yang sudah menerima vaksin...
Antara/Hafidz Mubarak.

Area Publik, Taman Umum, Tempat Wisata Jakarta Dibuka 25% Kapasitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 17:25 WIB
Adapun pelonggaran di tempat wisata dan taman itu di antaranya jam operasional hingga pukul 21.00...
MI/Bary Fathahilah

Rawan Tumbang, 2 Ribu Pohon di Depok Dipangkas

👤Kisar Rajaguguk 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 17:08 WIB
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Indra Kusuma, menyampaikan ada 2 ribu pohon rindang di Kota Depok...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya