Senin 31 Mei 2021, 14:46 WIB

Polisi Ingatkan Pesepeda Road Bike tidak Arogan di Jalan

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Ingatkan Pesepeda Road Bike tidak Arogan di Jalan

MI/Andri Widiyanto
Sejumlah pengguna road bike melintas di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta.

 

POLDA Metro Jaya (PMJ) meminta para pesepeda road bike tidak arogan di jalan raya. Apalagi, sampai menguasai jalan untuk kepentingan kelompok sendiri.

Kepolisian mengimbau pesepeda juga harus saling menghormati dengan pemakai jalan lainnya. "Hormati sesama pemakai jalan. Patuhi UU Lalu Lintas. Jangan arogan menguasai seluruh lajur. Beri kesempatan kepada kendaraan bermotor untuk bisa menyalip dari kanan," ujar Direktur Lalu Lintas PMJ Komisaris Besar Sambodo Purnomo, Senin (31/5).

Pihaknya tengah mengkaji kesiapan lajur khusus sepeda road bike. Apabila jalur tersebut sudah beroperasi, pihaknya siap meminta pesepeda roadbike untuk mematuhi aturan tersebut. Polda Metro juga langsung menindak tegas pesepeda road bike yang nekat keluar lajur.

Baca juga: Kadishub DKI Tegaskan Pesepada Harus Pakai Jalur Paling Kiri

Kendati demikian, pihaknya masih membahas sanksi tilang terhadap pesepeda yang melanggar aturan lalu lintas. Penerapan Pasal 299 dalam UU LAJ tentang penerapan hukum untuk pesepeda, tengah dibahas bersama dengan kejaksaan, pengadilan dan instansi terkait.

Adapun Pasal 299 menyatakan, "Setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu."

Baca juga: Ganjar Puji Lintasan Road Bike JLNT Ala Anies

"Tentu harus koordinasi dengan bidkum dengan Korlantas Polri. Kita akan undang rapat untuk tentukan bagaimana pelaksanaan di lapangan, dalam hal penegakan hukum terhadap Pasal 299 UU LAJ," ungkap Sambodo.

Penegakan hukum akan dilakukan, jika upaya preventif tidak efektif. Namun, Sambodo mengatakan bahwa wacana penegakan hukum bagi kendaraan bukan motor merupakan hal yang baru di Indonesia.

"Bagaimana proses hukumnya? Tentu ini harus kita bicarakan juga dengan (CJS) Criminal Justice System. Kita bicara juga nanti dengan pengadilan, kejaksaan dan akan undang ahli hukum pidana," jelasnya.(OL-11)
 

Baca Juga

ANTARA/facebook/robybyanant/Dewa

Atap Tribun Sirkuit Formula E Jakarta yang Ambruk Bagian Grandstand

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:56 WIB
Menurut Sahroni, atap yang ambruk hanya ada satu atap untuk kategori panggung penonton kategori...
DOK MI.

Terduga Penabrak Wartawan Elshinta Eddy Suroso Terindentifikasi

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 13:46 WIB
Rencananya, penyidik juga akan menjadwalkan pemeriksaan kepada pelapor dalam waktu dekat...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Akibat Hujan Deras, Tujuh Titik di Tangsel Terkepung Banjir

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 11:16 WIB
Sejak Jumat malam (27/5) hujan deras mengguyur wilayah Tangerang Selatan ( Tangsel), Banten mengakibatkan sejumlah titik mengalami banjir...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya