Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA Gelora Bung Karno (GBK) melarang masyarakat memotret kompleks GBK dengan kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR). Pemotretan atau pengambilan video di area tersebut dengan kamera digital harus mendapatkan izin.
Selain itu, masyarakat akan dikenakan tarif bila ingin mengambil gambar maupun video. Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Eddy Cahyono membenarkan aturan tersebut.
"Intinya foto dan video di kawasan GBK diperbolehkan, hanya penggunaan kamera profesional dan bersifat komersil harus mendapatkan izin," kata Eddy saat dihubungi, Jumat (21/5).
Baca juga: TransJakarta Operasikan Kembali 2 Bus Wisata
Eddy menjelaskan pengambilan foto dan video bersifat komersil seperti Prewedding, iklan, hingga endorsement artis papan atas. Namun untuk endorsement usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau produk lokal diperbolehkan.
"Untuk UMKM yang sedang berkembang boleh saja, karena kita ikut mendukung program #BanggaBuatanIndonesia," ujarnya.
Terkait tarif penggunaan lokasi GBK Eddy tidak tahu persis. Harga diatur oleh pengelola GBK.
"Terkait teknis seperti itu bisa tanya ke GBK, bisa (dicek) online kok di love GBK kalau enggak salah instagramnya," kata Eddy.
Sebelumnya, fotografer senior Arbain Rambey mempertanyakan aturan memotret di GBK. Menurutnya, memotret dengan kamera DSLR dengan kamera canggih tidak ada bedanya.
"Motret di kompleks GBK tak boleh pakai DSLR? Apa bedanya dengan pakai mirrorless atau HP premium? Apa dasar aturan ini?" tanya Arbain dalam akun Twitter @arbainrambey.
Cuitan Arbain menjadi ramai dan dibagikan 646 kali. Menanggapi itu, Eddy akan menerima masukan publik. (OL-1)
Vivo V70 resmi hadir di Indonesia dengan kamera ZEISS 50MP, fitur AI Stage Mode untuk foto konser, baterai 6.500mAh, dan Snapdragon 7 Gen 4. Cek harga di sini!
Untuk pertama kalinya di lini V Series, Vivo menyematkan kamera utama 200MP yang dilengkapi dengan teknologi Optical Image Stabilization (OIS).
Pengambilan gambar menggunakan film dalam beberapa tahun terakhir dan kesuksesan kamera instan di kalangan masyarakat umum meningkat popularitasnya.
Menjelang akhir tahun 2025, seri ponsel baru dari Vivo, yaitu V60 dan V60 Lite, hadir sebagai pilihan utama untuk menemani berbagai kegiatan liburan masyarakat.
Para milenial muda dan Gen Z butuh kamera yang dapat menemani perjalanan kreativitas setiap hari, yang juga mengutamakan keotentikan, kecepatan, dan gaya.
Cukup dengan memindai kode yang tertera di lembar cetakan foto.
Fitur Nightography menjadi fondasi utama pengembangan kamera seri Galaxy S dari generasi ke generasi.
Kemitraan strategis ini adalah jawaban atas kebutuhan pasar Indonesia yang terus berkembang, khususnya di segmen fotografi gaya hidup.
Program Studi Ilmu Komunikasi UniversitasDian Nusantara (Undira) menggelar pameran fotografi bertajuk Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa .
Kekayaan budaya Indonesia kembali diperkenalkan ke publik melalui medium fotografi dalam ajang vivo Imagine Awards 2025.
VIVO resmi merilis ponsel flagship teranyar mereka di tanah Air, adalah Vivo X300 dan X300 Pro. Lewat ponsel itu, vivo menghadirkan loncatan besar dalam inovasi teknologi kamera,
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aktivitas fotografi di ruang publik, tidak dikenai biaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved