Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Karya Foto Mahasiswa Undira Dilindungi Hak Kekayaan Intelektual

Haufan Hasyim Salengke
20/12/2025 12:20
Karya Foto Mahasiswa Undira Dilindungi Hak Kekayaan Intelektual
Pameran karya foto mahasiswa Undira(Undira)

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) menggelar pameran fotografi bertajuk Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa secara serentak di tiga lokasi kampus pada Jumat (19/12) hingga Sabtu (20/12). Sebanyak 549 karya mahasiswa dipamerkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis luaran atau Outcome-Based Education. Melalui ajang ini, mahasiswa diberikan ruang untuk memamerkan kreativitas sekaligus menunjukkan pencapaian praktis dari hasil pembelajaran mereka.

Pameran tahun ini mencatatkan jumlah peserta terbesar sejak mata kuliah fotografi diperkenalkan. Lonjakan ini dipicu oleh perubahan kurikulum yang membuat mahasiswa semester 3 dan 5 mengambil mata kuliah Fotografi Visual dan Konten secara bersamaan.

Wakil Rektor 1 Undira, Margono Sugeng, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bukti relevansi fotografi di tengah banjirnya konten digital. Menurutnya, fotografi akan selalu penting dalam kehidupan, terutama ketika dikemas dalam tugas berbasis proyek dan kasus.

"Setiap foto yang dipajang telah melalui diskusi dan kurasi yang panjang. Mahasiswa telah mengerahkan segala kemampuan dan keterampilan mereka. Kami juga berkomitmen untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi setiap karya ini. Jadi, setiap mahasiswa nantinya akan memiliki sertifikat HKI sebagai lampiran kompetensi mereka," ujar Margono di Kampus Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Dosen Pengampu MK Fotografi, Joni Arman, menjelaskan bahwa proses kurasi mengutamakan kedekatan rasa antara fotografer dengan karyanya. Ia menekankan pentingnya kejujuran visual sebelum sebuah karya disuguhkan kepada publik.

"Foto itu tentang rasa. Mahasiswa diajak berdiskusi, apakah mereka suka dengan karyanya sendiri sebelum diberikan kepada orang lain. Ini adalah langkah pertama, mungkin juga pameran sekali seumur hidup bagi mereka, sehingga harus menjadi kenangan yang membanggakan," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Anna Nurjanah, mengungkapkan keunikan pameran kali ini terletak pada kolaborasi antar-mata kuliah. Event ini merupakan capstone project yang melibatkan mata kuliah Media Relations dan Fotografi, di mana mahasiswa berperan penuh sebagai penyelenggara.

"Meski latar belakang mahasiswa beragam, ada yang murni kuliah dan ada yang sambil bekerja, mereka mampu berkolaborasi secara masif. Kami juga menggandeng praktisi, seperti dari media untuk memberikan tinjauan dan masukan langsung terhadap karya mahasiswa," kata Anna.

Penyelenggaraan pameran dibagi dalam dua konsep besar. Di Kampus Tanjung Duren, fokus utama adalah isu human interest dan etika jurnalistik. Sementara itu, Kampus Cibubur menghadirkan nuansa berbeda melalui ‘Pasar Rakyat Fotografi’ yang menggabungkan pameran dengan bazar serta pemutaran film pendek.

Ketua Pelaksana Pameran, Suswinda Ningsih, berharap ajang ini mampu mengasah kepekaan mahasiswa dalam membaca fenomena sosial. Pameran yang terbuka untuk umum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya