Selasa 20 April 2021, 19:51 WIB

Ho Hariaty Bawa Dua Saksi di Kasus Mafia Tanah Pondok Indah

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Ho Hariaty Bawa Dua Saksi di Kasus Mafia Tanah Pondok Indah

Antara
Ilustrasi

 

SIDANG praperadilan penetapan tersangka Ho Hariaty dalam kasus dugaan mafia tanah di Pondok Indah berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (20/4).

Pihak Ho Hariaty sebagai terlapor dalam kasus menghadirkan dua orang saksi, yakni Yuliana Sanger dan karyawan ayah Hariaty atau Hokiarto.

Kuasa hukum pelapor, Denny AK menilai saksi yang dihadirkan Hariaty menyampaikan keterangan yang sudah diarahkan.

"Sudah disetting, sudah diarahkan, seperti diskenariokan," ujar Denny, di PN Jakarta Selatan, Selasa (20/4).

Ia menilai kuasa hukum Hariaty juga menyampaikan hal yang sudah masuk ke materi pokok perkara. Menurutnya, sidang praperadilan harusnya fokus pada materi penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan tersangka.

Denny juga menyoroti pihak Hariaty tidak bisa menjawab apakah telah membayar sejumlah uang kepada kliennya atay Basuki terkait tanah di Pondok Indah tersebut.

"Sebenarnya poinnya adalah pemalsuan akta jual beli atas tanah Basuki oleh Ho Hariaty. Begitu ditanya bukti apakah sudah bayar kepada Basuki, dia tidak bisa memperlihatkan," ungkap Denny.

Lebih lanjut, Denny mengaku telah berkirim surat kepada Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Komisi Yudisial, KPK, dan Badan Pengawas (Bawas) Pengadilan untuk mengawasi jalannya sidang praperadilan sampai adanya putusan dari majelis hakim.

Ia mengatakan kasus mafia tanah di Pondok Indah ini telah merugikan kliennya sebesar Rp300 miliar.

"Yang perlu digarisbawahi, kasus mafia tanah ini lebih besar dari kasus mafia tanah ibunda Dino Patti Djalal, karena kerugian klien kami atas hilangnya tanah tersebut senilai Rp300 miliar," ujarnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat terpidana kasus Bulog dan penerima bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Hokiarto dititipkan sertifikat Hak Guna Bangunan milik pelapor bernama Basuki. Saat Hokiarto dipenjara atas kasus penipuan dan penggelapan, Basuki ingin mendapatkan sertifikat tanahnya kembali.

Basuki melalui kuasa hukumnya kemudian mengajukan permohonan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Hasilnya, tanah Basuki telah beralih nama menjadi Ho Hariaty yang merupakan anak Hokiarto atas dasar akta jual beli yang dibuat di hadapan notaris Budiono. (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

Anggaran Penanganan Covid-19 DKI Tahun Jauh Berkurang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:29 WIB
JUMLAH anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD DKI Jakarta tahun ini hanya Rp2,1...
winnetnews.com

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Remaja di Jakbar

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:17 WIB
Seorang remaja bernama Idris Saputra, 18, ditembak oleh orang tak dikenal di kawasan Mangga Besar, Taman Sari Jakarta Barat, Selasa (22/6)...
ucdavis.edu

Wagub Tegaskan Non DKI Bisa Terima Vaksin di Wilayahnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:11 WIB
Warga non DKI dimungkinkan untuk dilayani mendapatkan vaksinasi di Jakarta dengan syarat membawa surat keterangan domisili saat datang ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya