Senin 19 April 2021, 11:02 WIB

Menhub Targetkan Revitalisasi Stasiun Bekasi Selesai Akhir Tahun

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Menhub Targetkan Revitalisasi Stasiun Bekasi Selesai Akhir Tahun

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Sejumlah pekerja beraktifitas di proyek revitaliasi Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

 

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan revitalisasi Stasiun Bekasi, yang termasuk ke dalam bagian dari proyek pembangunan rel dwi ganda atau double double track (DDT) Manggarai-Cikarang paket B, akan selesai pada akhir 2021. Hal itu disampaikan Menhub saat melakukan tinjauan ke Stasiun Bekasi, Minggu (18/4).

"Ditjen Perkeretaapian serta PT KAI secara konsisten melakukan pembangunan Jabodetabek untuk prasarana rel dwi ganda dan empat stasiun dengan dana lebih dari Rp6 triliun rupiah. Kami memberikan perhatian yang luar biasa pada masyarakat di Jabodetabek," kata Menhub dalam keterangannya.

Saat ini, progres pengembangan Stasiun Bekasi dilaporkan sudah mencapai 77,84%.

Baca juga: Kemenhub Minta Masyarakat Jangan Mudik Sebelum 6 Mei

Lebih lanjut Budi menjelaskan, pembangunan rel dwi ganda dan revitalisasi stasiun ini dilakukan untuk mengoptimalkan perjalanan kereta jarak jauh.

Konsep DDT sendiri, menurut Menhub, ialah jalur kereta keluar kota (jarak jauh) dan kereta dalam kota itu akan dipisahkan. Nantinya, ada empat rel dari Stasiun Manggarai hingga Cikarang.

"Lalu, dengan adanya pembangunan rel dan revitalisasi empat stasiun yaitu Jatinegara, Manggarai, Bekasi dan Cikarang, konsentrasi dari masyarakat bisa dilakukan dengan baik dan tidak bertumpuk di suatu tempat," jelas Menhub.

Budi juga mengungkapkan, dengan adanya pemisahan jalur kereta api jarak jauh dan KRL, diharapkan membawa dampak positif bagi operasional KRL, yaitu memberikan waktu tunggu kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik, sehingga kapasitas kereta juga akan meningkat.

Kalau sekarang, lanjutnya, headway satu kereta dengan kereta yang lain adalah 10 menit, dan khusus ke arah Bekasi kapasitasnya bisa mencapai 200.000 orang. Dengan headway yang lebih singkat menjadi 5 menit, kapasitasnya diprediksi meningkat menjadi 400.000 orang.

"Pemisahan jalur ini juga memberikan suatu manfaat bagi kereta komuter, yaitu jarak kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik. Sehingga memungkinkan masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk menggunakan KRL ini sebagai moda utama," tutur Menhub.

Selain Stasiun Bekasi, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian juga tengah merevitalisasi Stasiun Manggarai, Jatinegara, dan Cikarang yang juga dapat melayani kereta api jarak jauh selain Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. (OL-1)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Dua Warga Depok Positif Covid-19 Sepulang Mudik Lebaran

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 18 Mei 2021, 07:51 WIB
Dari 357 pemudik yang dites di pos penyekatan depok, dua orang di antaranya terkonfirmasi positif...
MI/Adam Dwi

Hari Ini, Ancol Kembali Dibuka

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 18 Mei 2021, 07:46 WIB
Manajemen Ancol melakukan evaluasi kembali protokol kesehatan dan tetap melakukan persiapan lainnya agar pelayanan saat buka kembali dapat...
dok.mi

Hari ini Layanan SIM Keliling di Jakarta Dibuka Lagi

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 18 Mei 2021, 07:35 WIB
POLDA Metro Jaya kembali membuka lima layanan SIM Keliling bagi masyarakat yang ingin mengurus perpanjangan masa berlaku Surat Izin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tempat Wisata Tetap Pilihan Utama

LIBUR Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya