Selasa 13 April 2021, 16:41 WIB

Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal Dilimpahkan ke Kejaksaan

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal Dilimpahkan ke Kejaksaan

Antara.
Ilustrasi.

 

SUBDIT Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya merampungkan berkas kasus mafia tanah dengan korban Zurni Hasyim Djalal atau ibu dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Polisi telah menetapkan Fredy Kusnadi cs sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan berkas perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 12 Maret lalu. Setelah itu, para tersangka akan segera disidangkan.

"Berkas perkara FK dan kawan-kawan telah lengkap dan dilakukan tahap dua atau pelimpahan berkas perkara kepada JPU Kejati DKI," kata Yusri melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/4). Sebelumnya, polisi telah menetapkan 15 tersangka dalam tiga laporan terkait kasus mafia tanah dan rumah yang dilaporkan Dino Patti Djalal.

Fadil merinci tiga laporan itu, yakni tanah dan bangunan milik ibu Dino Patti Djalal di Pondok Pinang Jakarta Selatan, rumah atas nama Yusmisnawita yang juga merupakan keluarga Dino di Kemang Jakarta Selatan, dan rumah ibu Dino di Cilandak Jakarta Selatan. Semua tersangka memiliki peran masing-masing yang terlibat dalam perpindahan sertifikat tiga rumah tersebut.

Ia mengatakan ada yang menjadi aktor intelektual, staf pejabat pembuat akta tanah (PPAT), dan figur yang berpura-pura sebagai pemilik sertifikat tanah. Modus operandi para pelaku dalam kasus ini, yakni berpura pura sebagai pembeli rumah dan dengan bujuk rayu meminta sertifikat asli berdalih pengecekan ke badan pertanahan Jakarta Selatan.

Kemudian, pelaku membuat akta jual beli palsu dan melakukan balik nama sertifikat tanpa sepengetahuan pemilik. Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun, Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan pidana penjara paling lama empat tahun, Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dengan pidana penjara paling lama enam tahun, dan Pasal 266 KUHP dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (OL-14) 

Baca Juga

Dok. Pribadi

GPFI-Bais TNI-IDI Gelar Program Serbuan Vaksinasi untuk Warga Jakarta

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 22:36 WIB
Ditargetkan, program yang menyasar warga DKI Jakarta itu bisa mencapai 500-1.000 orang yang divaksinasi setiap...
Antara/Aditya Pradana Putra

6 Stasiun  KRL ini akan Selenggaran Tes Antigen Acak pada Penumpang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 20:30 WIB
Tes antigen acak ini dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik...
Dok.Apical Group

Peduli Kesehatan Masyarakat, Apical Bagikan Sembako

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 19:20 WIB
Sebagai upaya mendukung kesehatan masyarakat di sekitar pabrik operasinya, mereka membagikan sembako bagi masyarakat di sekitar lingkungan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya