Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza menargetkan vaksinasi covid-19 untuk kelompok prioritas di Jakarta akan selesai bulan ini. Total target untuk vaksinasi kelompok prioritas di Jakarta ada 3 juta orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, guru, lansia, dan pekerja pelayanan publik.
Ariza mengatakan hingga saat ini capaian vaksinasi covid-19 kelompok prioritas di Jakarta mencapai 1,8 juta dosis baik untuk tahap 1 dan tahap 2.
Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.352.341 orang (45,1%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 498.072 orang (16,6%).
"Segera mungkin, jadi dibagi aja. Kalau sehari bisa dilakukan 50-70 ribu dosis, ya kita usahakan dalam dua minggu ke depan mudah-mudahan bisa terkejar. Kita usahakan secepat mungkin, kita upayakan semaksimal mungkin," ungkapnya di Balai Kota, Senin (5/4).
Baca juga: Wagub Klaim DKI Paling Cepat Laksanakan Vaksinasi Covid-19
Ia mengatakan vaksinasi covid-19 di Jakarta adalah yang paling cepat sejauh ini di Indonesia.
"Prinsipnya DKI Jakarta mengupayakan dengan berbagai cara dan kemampuan yang ada. Tentu memang kami memiliki SDM yang baik, faskes yang baik, dan masyarakatnya sangat antusias. Sejujurnya DKI Jakarta sudah luar biasa, cepat sekali. Coba cek berapa yang sudah kita penuhi, sudah 1.833.698 total dosis satu dan dua. Ini kan bukan cuma dosis satu, tapi dosis dua, ini dari awal," tukasnya.
Mantan anggota DPR RI mengatakan kendala vaksinasi covid-19 di Jakarta hanya disebabkan keterbatasan jumlah vaksin yang didapat dari pemerintah pusat. Terlebih lagi, Indonesia masih bergantung pada produksi vaksin di luar negeri.
"Tidak ada masalah yang berarti sebetulnya. Memang masalah kita kan di awal memang datangnya vaksin perlu waktu, bertahap. Kemudian kedua, kesiapan semua masyarakat dan jajaran memang perlu waktu. Namun, kalau kita lihat dari segi percepatan, itu cukup baik. Bahkan boleh dibilang baik percepatan," ungkapnya.(OL-5)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved