Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan DKI Jakarta memastikan sejauh ini tidak menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi covid-19.
Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan pihaknya belum mendapatkan distribusi vaksin merek AstraZeneca yang berasal dari Inggris tersebut.
"Belum. Kami belum mendapatkan distribusi vaksin tersebut dari Kementerian Kesehatan," kata dia di Balai Kota, Selasa (23/3).
Widyastuti menjabarkan bahwa sampai saat ini di Jakarta masih menggunakan vaksin merek Sinovac. Karena itu, ketentuan vaksin pun masih sama.
Vaksinasi dengan Sinovac hanya boleh diperuntukkan bagi warga berusia lebih dari 18 tahun. Sebelumnya, vaksin AstraZeneca menimbulkan polemik karena mengandung unsur babi. Namun, MUI menyatakan vaksin itu boleh digunakan karena terdapat unsur kedaruratan saat ini.
Sementara itu pihaknya melakukan upaya percepatan vaksinasi covid-19 bagi ASN Pemprov DKI Jakarta dengan membuat lokasi vaksinasi di Gedung Blok G Balai Kota. "Targetnya 500 pegawai per hari. Jadi memang ada percepatan," ungkapnya. (OL-13)
Baca Juga: Wagub :DKI Ikuti Kebijakan Pusat soal Vaksin AstraZeneca
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved