Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MELANJUTKAN upaya penangkapan teroris di wilayah Jawa Timur, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 kembali menangkap 2 terduga teroris di Jakarta.
“Pengembangannya adalah pada 19 Maret kemarin, Densus 88 telah melakukan upaya penegakan hukum dengan menangkap 2 tersangka,” ungkap Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono, Senin (22/3).
Namun, Rusdi belum bisa menjelaskan informasi lebih lanjut terkait penangkapan terduga teroris di Jakarta. Sebab, upaya penangkapan ini masih dikembangkan Densus 88.
Tak hanya di Jakarta, Rusdi menyebut Densus 88 juga menangkap 14 terduga teroris di Sumatera Utara. Lalu, 6 terduga teroris di Sumatera Barat.
Baca juga: Polri: Jamaah Islamiyah Go Public karena Infaq Anggota Seret
“Jadi semua masih dikembangkan oleh Densus 88. Ini termasuk dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Sekarang masih dikembangkan Densus 88,” terang Rusdi.
“Ini pengembangan, karena fahim ini kan kelompok JI. Pengembangan dari fahim itu menuju ke Jakarta, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sekarang masih dikembangkan, kita tunggu tugas dari Densus 88,” imbuhnya.
Sebelumnya, 22 terduga teroris yang ditangkap di wilayah Jawa Timur diboyong ke Mabes Polri Jakarta. Puluhan terduga teroris ini diringkus dalam operasi penindakan tim Densus 88 pada akhir Februari hingga awal Maret silam.(OL-11)
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Komitmen tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved