Selasa 23 Februari 2021, 07:44 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, PT MRT Lakukan Mitigasi Bencana

Hilda Julaika | Megapolitan
Antisipasi Cuaca Ekstrem, PT MRT Lakukan Mitigasi Bencana

MI/Susanto
Rangkaian gerbong moda raya transportasi (MRT) saat akan tiba di Stasiun Blok M BCA, Jakarta, Selasa (05/01/2021).

 

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah melakukan mitigasi bencana sebagai upaya antisipatif menghadapi cuaca ekstrem. Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi mengatakan, dirinya telah meninjau dan melihat langsung uji pompa air yang ada di dalam stasiun.

"Pompa air beroperasi dengan baik atau dalam kondisi prima. Kemudian, area pintu masuk (entrance) stasiun juga tim kita bekerja dengan baik membuat limpasan air yang ada akibat hujan deras dan posisi entrance yang lebih rendah dari jalan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/2).

Effendi menjelaskan, beberapa saluran water trap atau drainase untuk mengalirkan limpasan air dari gedung atau jalan raya ke drainase kota juga sudah dibuat.

"Kami juga menggunakan pompa air khusus jenis submersible pump yang dipasang di area entrance, khususnya di Stasiun Setiabudi Astra dan Istora Mandiri sejak Januari 2020 karena beberapa letak pintu masuknya yang lebih rendah dari jalan," terangnya.

Menurutnya, pompa-pompa akan beroperasi mengalirkan air genangan di sekitar entrance ke drainase kota. Lebih jauh lagi, di area pedestrian Stasiun Setiabudi Astra dengan potensi genangan, telah disiapkan tujuh titik sumur resapan. Effendi menambahkan, pembangunan MRT Jakarta telah memasukkan mitigasi bencana seperti banjir sejak dalam tahap perencanaan. PT MRT Jakarta menggunakan data analisis banjir dan laporan hidrologi hingga 200 tahun ke belakang saat melakukan desain.

"Posisi pintu masuk stasiun bawah tanah berada di ketinggian sampai dengan 1,5 meter dari permukaan tanah berdasarkan data banjir di Jakarta," ungkapnya.

baca juga: Pemprov DKI Bantah tak Transparan Soal Data Banjir

Setiap stasiun bawah tanah, sambungnya, juga telah dilengkapi dengan pompa air dan di setiap pintu masuknya telah dipasang flood barrier. Sejumlah sensor level air juga ditempatkan di Kali Krukut dan terhubungkan dengan Pusat Kendali Operasi (OCC).

"Selain kesiapan peralatan dan infrastruktur, setiap personel MRT Jakarta terkait seperti di stasiun telah mendapatkan pelatihan dan melaksanakan simulasi rutin terkait evakuasi bencana, termasuk banjir. Terutama, saat kejadian bencana terjadi pada jam operasional MRT Jakarta," tandasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Usman Iskandar

Sori Bansos Tunai Tahap Kedua di DKI Belum Cair

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 02 Maret 2021, 18:15 WIB
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui akun Twitter resmi @DKIJakarta meminta maaf karena pencairan bantuan sosial tunai (BST)...
Antara/Hafidz Mubarak A.

Ini Dalih Ketua DPRD DKI Tolak Keras Pemprov Jual Saham Minol

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:46 WIB
Politikus PDIP itu menjelaskan bahwa kepemilikan 26,25% saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta bukan dari hasil membeli melainkan hibah dari...
Mariana / AFP

Resmi Ditutup, 3 Korban Sriwijaya Air Belum Teridentifikasi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:05 WIB
Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Rusdianto mengatakan masih tersisa tiga korban yang belum dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya