Senin 22 Februari 2021, 03:00 WIB

Majukan Kader Jadi Cagub DKI, PAN Dinilai Terburu-buru

Mediaindonesia.com | Megapolitan
Majukan Kader Jadi Cagub DKI, PAN Dinilai Terburu-buru

Ilustrasi
Ilustrasi Pilkada

 

PENGAMAT politik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah menilai manuver DPP PAN memunculkan lima kadernya untuk maju sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta terkesan terburu-buru.

Menurut Amir dalam memunculkan nama bakal calon gubernur  (cagub) seharusnya dipikirkan secara mendalam.

Sementara PAN, selain elektabilitas nama-nama tersebut belum jelas, jumlah kursi PAN di DPRD DKI yang hanya sembilan kursi juga tidak memungkinkan untuk mengusung pasangan cagub-wagub DKI yang seharusnya melampaui batas minimal 22 kursi.

"Saya kira PAN terlalu buru-buru, untuk posisi cagub PAN harusnya ukur kekuatan diri dulu. Di DKI Jakarta untuk mengusung cagub harus 22 kursi," katanya dikutip dari Antara.

Sedangkan saat ini jumlah kursi PAN DPRD DKI cuma sembilan, di bawah PDIP (25 kursi), Gerindra (19 kursi), PKS (16 kursi) dan Demokrat (10 kursi).

Dengan demikian, parpol berlambang "Matahari Terbit" itu, kata Amir, masih harus membangun koalisi dengan parpol lain untuk mengusung pasangan calon pada Pilkada DKI 2024 mendatang. "Artinya PAN harus cari 12 kursi lagi," kata Amir.

Baca juga : Hasnaeni Siap Beri Solusi Banjir Jakarta

Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta sendiri baru akan berlangsung pada tiga tahun lagi (pada 2024) jika merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota (Pilkada).

Kendati masih tiga tahun lagi, beberapa partai politik dikabarkan telah menyiapkan sejumlah kader sebagai bakal cagub DKI Jakarta yang hendak diusung untuk menantang petahana Anies Baswedan. Salah satunya PAN yang menyiapkan lima kandidat.

Mereka sebagian besar berlatar belakang selebritis yang juga politisi, yakni Desy Ratnasari (anggota Komisi X DPR RI), Sigit Purnomo alias Pasha Ungu (mantan Wakil Wali Kota Palu) dan pelawak Eko Patrio (Ketua DPW PAN DKI). Selanjutnya, Bima Aria (Wali Kota Bogor) dan Zita Anjani (Wakil ketua DPRD DKI).

Terkait Zita Anjani, Amir menyoroti alasan DPP PAN memilih Wakil Ketua DPRD DKI itu, yang menurutnya terbilang masih baru terjun di dunia politik, meskipun putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) tersebut saat ini menjabat pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Karena itu, Amir menduga dimunculkannya nama Zita sebagai bakal cagub jagoan PAN ini adalah usaha untuk menyiapkannya demi mengantarkan ke Balai Kota DKI Jakarta. (Ant/OL-7)

Baca Juga

Antara/

Ketua DPRD DKI Ungkap Potensi Sabotase di Proyek MRT

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 25 Februari 2021, 00:20 WIB
Pras melanjutkan, pernah terjadi kehilangan laptop milik kontraktor Jepang pada 2018. Laptop itu berisi data-data pembangunan sebelum moda...
Antara

Pempov DKI Pastikan Normalisasi Sungai Berjalan Tahun Ini

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:15 WIB
Pihaknya mengatakan telah mengalokasikan dana untuk normalisasi sungai di Jakarta mencapai Rp851...
Antara

Ariza: 13 Pejabat Dirotasi Demi Prioritas Pembangunan DKI

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 24 Februari 2021, 23:07 WIB
Dia juga menjelaskan, rotasi yang dilakukan di Pemprov DKI Jakarta bukan karena masalah personal orang per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya