Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya segera memanggil pihak Aisha Weddings untuk diperiksa lantaran mempromosikan usia ideal bagi perempuan untuk menikah yaitu di usia 12-21 tahun. Tak hanya menawarkan paket nikah muda, Aisha Weddings juga menawarkan paket nikah siri dan poligami melalui situs resminya hingga viral di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menerima laporan polisi dengan nomor laporan LP/800/YAN. 2.5./2021/SPKT PMJ ter tanggal 10 Februari 2021 dengan terlapor pihak Aisha Weddings. Yusri mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti laporan tersebut dan mulai memeriksa semua pihak terkait.
Namun, Yusri belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait jadwal pemeriksaan pihak Aisha Weddings di Polda Metro Jaya.
"Laporan sudah masuk dan para pihak akan kami periksa nanti," ucap Yusri, Minggu (14/2).
Sejatinya, lanjut Yusri, pihak Aisha Weddings telah menghapus situs resminya untuk menghilangkan alat bukti, yakni sejumlah promo pernikahan yang ditawarkan ke masyarakat. Namun, hal tersebut menurut Yusri tidak akan menjadi kendala bagi penyidik untuk mengusut tuntas perkara penawaran nikah muda itu.
"Jejak digital tidak akan pernah hilang sampai kapan pun," tuturnya.
Sebelumnya, advokat dan pegiat Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) dari Setara Institute Disna Riantina melaporkan Aisha Wedding ke Polda Metro Jaya. Ia menilai apa yang dilakukan Aisha Weddings dengan mempromosikan menikah sejak usia 12 tahun dan kata-kata wajib menikah berpotensi mengancam generasi muda.
baca juga: IWAPI : Tindakan Aisha Wedding Punya Motif Remehkan Perempuan
Selain itu, merujuk UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas umur untuk kawin bagi pria adalah 19 tahun dan wanita adalah 16 tahun.
"Yang diarahkan itu harus menikah, itu artinya wajib, beda kalau misalnya boleh menikah, makna harus menikah itu menjadi ancaman tersendiri bagi generasi muda selanjutnya," kata Disna melalui keterangannya. (OL-3)
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Yassierli menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas jaminan perlindungan tenaga kerja, termasuk bagi pekerja di sektor kreatif dan informal.
Kerja sama ini adalah wujud kepedulian Taspen Life dan Pemerintah Kabupaten Lamongan bagi para PPPK yang berjumlah lebih dari 5.000 orang agar memiliki perlindungan dan perencanaan keuangan.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras orangtua atau pelaku yang telah melakukan kekerasan dan menelantarkan anak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
BAGAIMANA memastikan perlindungan warganet, terutama anak-anak, di ruang digital hingga kini masih menjadi persoalan krusial.
Ini adalah pertama kalinya di SCB ada produk dengan fitur Guaranteed Issuance Offering (GIO).
Manfaat unggulannya adalah proteksiĀ perlindungan jiwa untuk risiko meninggal dunia, perlindungan terhadap 10 penyakit kritis mayor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved