Senin 01 Februari 2021, 22:35 WIB

Inflasi Jakarta Rendah, BPS: Ekonomi Turun Karena Pandemi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Inflasi Jakarta Rendah, BPS: Ekonomi Turun Karena Pandemi

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kendaraan melintas di antara gedung bertingkat di Jakarta

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan inflasi Jakarta pada Januari 2021 0,14% merupakan inflasi terendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2019 0,21% dan tahun 2020 0,25%.

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan rendahnya inflasi pada Januari 2021 tidak terlepas dari masih berlangsungnya pandemi covid-19 dan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menahan pertambahan penderita covid-19 yang dimulai sejak 11 Januari hingga 8 Februari 2021.

"Kembali diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat hingga mencapai 75% kecuali untuk sektor-sektor tertentu

menyebabkan kegiatan ekonomi yang mulai menggeliat pada masa PSBB Transisi sebelumnya kembali melemah," kata Buyung dalam konferensi pers daring, Senin (1/2).

Baca juga: Angka Covid-19 di Jakarta Naik 1.411 Kasus

Inflasi yang terjadi DKI Jakarta selama masa pandemi covid-19 cenderung lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang turun serta melemahnya keinginan dan daya beli masyarakat.

Penurunan aktivitas ekonomi menyebabkan penurunan pendapatan perusahaan yang juga berefek pada penurunan pendapatan rumah tangga. Pembatasan kegiatan perekonomian menyebabkan banyak perusahaan melakukan pengetatan pengeluaran bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja.

Ini akan berefek pada pendapatan rumah tangga. Ketika pendapatan rumah tangga turun akan berefek pada konsumsi masyarakat yang juga turun. Perilaku konsumsi rumah tangga akan berbeda tidak seperti konsumsi biasanya.

"Rumah tangga akan melakukan pengetatan konsumsi dan memperbanyak tabungan untuk mengantisipasi kondisi perekonomian yang tidak pasti," jelasnya.

Hal ini menjadikan permintaan konsumsi menurun dan tentu akan mempengaruhi harga. Secara teori ekonomi, ketika permintaan turun maka harga akan turun. Kondisi inilah yang menyebabkan selama masa pandemi covid-19 inflasi cenderung lebih rendah.

Aktivitas ekonomi yang turun dapat dilihat dari angka inflasi yang cukup rendah selama Mei – Oktober 2020 di bawah 0,1%. Kondisi ini juga ditunjukkan dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan II dan III yang terkontraksi minus 8,22% (yoy) dan minus 3,82% (yoy).

Di sisi lain, laju inflasi tahun ke tahun (year on year) Januari 2021 adalah 1,48%. Ini merupakan laju inflasi tahunan terendah selama dua tahun terakhir. Rendahnya laju inflasi tahun ke tahun pada Januari 2021 ini juga tidak dapat dilepaskan dari efek pandemi covid-19.(OL-4)

Baca Juga

Instagram @fiaformulae

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 08:00 WIB
Jakarta E-Prix 2022, akan menjadi gelaran balap pertama, dari tiga balapan yang akan dilaksanakan secara...
MI/Pius Erlangga

Ragam Teknologi Pengolahan Sampah Siap Perkuat ITF Sarana Jaya

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 22:15 WIB
BERAGAM teknologi pengolahan sampah akan diterapkan secara tepat guna dan ramah lingkungan dengan cara perubahan bentuk, komposisi,...
MI/Andri Widiyanto.

Pemkot Jakarta Pusat Audit Sumur Resapan di 400 Perkantoran

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 21:36 WIB
Pemkot Jakarta Pusat telah membentuk tiga tim untuk mengecek pembangunan sumur resapan perkantoran yang berada di tiga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya